2015/05/29

Sepucuk Surat untuk Ajeng

By : Muhammad Wildhan

"Maaf, kalau ada kalimat yang tidak sempurna, mohon di maklumi"

       Ah~!!! Pagi ini sungguh menyegarkan aku melihat setiap sisi jalan di lihat sangat indah, apalagi ada sebuah sawah  yang hijau daun padinya yang di lihat cantik dan melihat embun pagi, aku mengendarai motor sederhana aku menikmati dunia ini, melihat tepat pukul 05.45 aku mepercepat jalan motorku
Sesampai di tempat
Aku menunggu pacarku tepat di depan gerbang rumahnya, yaps tepat sekali baru 5 detik aku datang, dia datang sudah siap dengan seragam putih abu abunya, dia menghampiriku.
“Assalamualaikum Ilham” ucap Ajeng
“Walaikumsalam Ajeng” ucap Ilham
“Ilham, sebentar kacamatamu aku pinjam dulu” ucap Ajeng
Ajeng pun mengambil kacamata ilham ada noda, Ajeng pun membersihkan kacamata Ilham dengan bajunya.
“Kan jadi kotor bajumu” ucap Ilham
“Nggak apa apa, ini” ucap Ajeng memasang kembali kacamata
“Ayo naik” ucap Ilham
Ajeng pun duduk dengan duduk miring, Ilham pun menjalankan motornya
“Ilham, keputusan aku sudah bulat” ucap Ajeng
“Keputusan apa ?” Ilham bertanya
“Aku asalnya mau sastra Inggris, tapi aku berfikir ingin sastra jepang, seperti mu” ucap Ajeng
“Honto ni ? (Serius ?)” ucap Ilham
“Serius, aku ingin bersamamu di Tokyo melihat pohon sakura” ucap Ajeng
“Ajeng” ucap Ilham
“Iya” ucap Ajeng
“Aku mau bilang sesuatu” ucap Ilham
Saat Ilham ingin berbicara sesuatu, suara truk pagi hari lewat dengan suara bel, Ajeng menjadi tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Ilham.
“Sorry, tadi gara gara truk, kamu berbicara apa tadi ?” Ajeng bertanya
“Oh, ehm.. aku mau mengajakmu jalan kan besok sabtu” ucap Ilham
“Iya juga, aku mau, mau kemana ?” Ajeng bertanya
“Besok Jeng, besok juga aku sms in” ucap Ilham
“Padahal itu bukan yang aku bicarakan, syukur deh dia nggak denger” ucap Ilham di dalam hati
Sesampai di sekolah, Ajeng turun dari motor.
“Arigatou Gozaimas.. Ilham (Terima kasih Ilham) “ ucap Ajeng menundukan kepala
“Sama sama” ucap Ilham
“Aku duluan ya” ucap Ajeng
Ajeng pun pergi meninggalkan Ilham.  Tiba tiba kepala Ilham terasa pusing, Ilham hanya bisa memijat kepala Ilham sedikit demi sedikit, namun tidak hilang hilang, tiba tiba juga Rafa dari belakang menkagetkan Ilham.
“Door” teriak Raffa
Tapi Ilham bukannya kaget, namun pingsan karena tidak kuat pusing di kepalanya.
“Aah~~!!, Mau kagetin malah pingsan” ucap Raffa
Raffa pun membawa Ilham ke pos satpam untuk sementara, dan satpamnya menjaga pagar sekolah dan memperhatikan Ilham.
******* **** ****
Pukul 08.00
Guru sedang menjelaskan materi matematika dari A sampai Z, hingga Guru itu memberikan salah satu soal dan akan di masukan nilai 100 di kotak nilai.
 “N adalah bilangan asli 4 angka yang tidak berakhiran dengan angka 0 dan R (N) menyatakan bilangan 4 angka dengan me-revers digit digit N. (dalam kasus ini revers artinya angka pertama N menjadi angka ke-4, angka ke 2, menjadi angka ke-3, angka ke-3-menjadi angka ke-4 dan angka ke-4 menjadi angka pertama). Sebagai contoh adalah R (3275) = 5723. Tentukan semua bilangan asli N yang memenuhi R(N) = 4N +3. Ada yang bisa ?“ ucap Guru
Ilham langsung mengangkatkan tangan,
“Silahkan Ilham” ucap Guru
Ilham pun melangkahkan kaki ke depan dan mencoba mengerjakannya :
Misalkan N = 1000a + 100b + 10c + d maka R(N) = 1000d + 100c + 10b + a
4N < 10000 –> N < 2500 –> a = 1 atau 2
• Jika a = 2
Karena angka satuan R(N) = 2 maka angka satuan 4N = 9 (4N adalah bilangan ganjil)
Padahal 4N adalah bilangan genap (kontradiksi)
• Jika a = 1
Maka d = 4, 5, 6 atau 7.
Karena angka satuan R(N) = 1 maka angka satuan 4N = 8.
Nilai d yang memenuhi hanya d = 7 –> N adalah bilangan ganjil.
7000 + 100c + 10b + 1 = 4000 + 400b + 40c + 28 + 3
2970 = 300b + 30c
99 = 10b + c
Hanya dipenuhi jika b = 9 dan c = 9
N yang memenuhi hanya N = 1997

“100, Ilham kamu boleh duduk” ucap Guru
Ilham pun melangkahkan kaki kembali ke tempat duduk namun karena pusing kembali datang, Ilham pingsan dan kaca bagian kanan kacamatanya pecah, semua khawathir, Ilham di bawa ke uks oleh teman temannya.

“Ajeng, apa Ilham tadi tidak sarapan ?” Guru bertanya
“Nggak tahu, tapi mungkin pak karena Ilham jarang sarapan” ucap Ajeng
“Oh ya sudah kalian kerjakan halaman 14, bapak mau ke uks” ucap Guru

Di UKS
Ilham pun sadar dari pingsan  mencoba duduk tapi kepalanya masih pusing.

“Duh..”  ucap Ilham
“Kalau kamu nggak kuat, bapak pulangkan kamu” ucap Guru
“Nggak apa apa pak, saya hanya pingsan” ucap Ilham
“Kamu istirahat saja dulu, bapak mau kembali ke kelas” ucap Guru
“Ya pak” ucap Ilham

Guru pun keluar dari uks, dokter uks masuk.
“Paman, apakah … datang lagi ke tubuhku” ucap Ilham
“Kamu hanya pingsan masih wajar, tapi kalau … lama itu kan kamu sudah sembuh” ucap Dokter Uks
“Iya sih kelas 7 Smp, tapi gak tahu juga moga moga saja ini hanya pingsan biasa” ucap Ilham
“Ya sudah kamu istirahat saja dulu” ucap Dokter Uks

Ilham pun istirahat (tidur) di uks.

******* **** ****
Bel pulang telah berbunyi, semua siswa siswi keluar dari kelas rombongan yang  ingin cepat cepat pulang.

“Yah mendung” ucap Ajeng
“Iya  mendung, tapi ayo Jeng, keburu hujan” ucap Ilham

Ilham mempercepat jalannya dan Ajeng juga, hingga di parkiran. Ilham menghidupkan motornya, Ajeng naik di motornya Ilham.
Ilham pun menjalankan motornya dengan cepat.

Saat di perjalanan Hujan makin lama makin deras, terpaksa mereka berdua berhenti di halte.

Ilham pun mengeluarkan jaket dari tasnya dan mengenakan ke badan Ajeng.
“Makasih ya” ucap Ajeng
“Ayolah Jeng, aku terusin jalannya” ucap Ilham
“Kan hujan deras nanti kalau kamu sakit gimana” ucap Ajeng
“Nggak kok, ayo cepetan” ucap Ilham telah menaiki motor

Ajeng pun menuruti kata Ilham, Ajeng pun duduk di motor dengan duduk miring, sehingga di rumah Ajeng hujan telah reda.
“Makasih ya, kamu sudah bikin aku hangat badanku, kamu rela hujan hujanan” ucap Ajeng
“Ya nggak apa apa, ini semua hanya untuk pengorbanan buatmu” ucap Ilham
“Oh ya ini helmnya, Jaketnya aku bawa ya sekalian aku cuci” ucap Ajeng
“Iya, aku pulang ya” ucap Ilham

Ilham pun pergi dari rumah Ajeng dan pulang ke rumah.
Sesampai di rumahnya, Ilham pun menyimpan motor di garasi, dan masuk ke rumah.

“Assalamualaikum” ucap Ilham
“Walaikumsalam, Ilham kamu kok hujan hujanan” ucap Ibunya khawathir
“Tadi habis mengantarkan Ajeng” ucap Ilham
“Ingat ya Ilham kamu mandi langsung” ucap Ibunya
“Iya mah” ucap Ilham
“Sebentar kacamatamu mana ?” Ibunya bertanya
“Aku simpan, kacanya  tadi pecah aku pingsan tadi” ucap Ilham
“Pingsan ?” Ibunya bertanya
“Sudah dulu ya mah, aku mau ke kamar” ucap Ilham

Ilham pun masuk ke dalam kamarnya, dan menganti bajunya. Langsung mengambil handuk dan mandi 5 menit, setelah mandi Ilham melihat jam 16.00.
“Tidur sebentar ah” ucap Ilham

Ilham pun tidur di tempat tidurnya.

******* **** ****
Pukul 17.59
Ibunya pun masuk ke dalam kamar Ilham membangunkan Ilham untuk shalat Magrib.

“Ilham bangun Ilham sudah magrib” ucap Ibunya menggerakan badan Ilham
“Ilham”ucap ibunya baru menyentuh kulitnya
“Kok panas, Ilham” ucap ibunya menyentuh tangan, kaki, kening
“Ilham.. bangun Ilham” ucap Ibunya

Ilham pun bangun.
“Apa mah ?, kepalaku pusing” ucap Ilham
“Mama hubungi dokter dulu ya” ucap Ibunya

Ibunya pun menelpon dokter untuk datang ke rumah.

“Ilham hanya panas biasa ya karena hujan hujanan tadi” ucap Dokter
“Apa tidak parah” ucap Ibunya
“Tidak, cukup minum obat ini ya insyaallah 2-3 hari sembuh” ucap Dokter
“Makasih ya dok” ucap Ibunya
“Ilham cepat sembuh ya..” ucap Ibunya mencium kening dan mengopres Ilham

******* **** ****
Keesokan harinya Jam  08.00
Ajeng datang ke rumah Ilham membawa bingkisan.
“Paman ada Ilham ?” Ajeng bertanya
“Ada bersama ibunya  di kamar” ucap Ayahnya
Ajeng pun masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Ilham. Ajeng melihat Ilham tidur pulas bersama ibunya di sampingnya.
“Ya masih tidur” ucap Ajeng
Ajeng pun meletakan bingkisannya, dan menulis surat.
“Untuk Muhammad Ilham
Dari Ajeng Putri
Ham, cepat sembuh ya kemarin kamu ngeyel sih aku bilang sekarang kamu sakit, oh ya aku bawa buah buahan buat kamu, dan jaket yang kau pinjam untukku, sebenarnya aku pengen menjengukmu, kamu lagi tidur kan gk enak aku Cuma bisa member ini”
Ajeng pun berjalan pelan pelan, dan berpamitan dengan ayahnya.
“Kok cepat Jeng ?” Ayahnya bertanya
“Gak enak lagi tidur, gak mau bangunin, oh ya paman aku pulang dulu ya assalamualaikum” ucap Ajeng salim
“Walaikumsalam” ucap Ayahnya
Jam 08.30
Ilham pun bangun meski terasa pusing melihat bingkisan.
“Bingkisan dari siapa ya ?” Ilham bertanya
“Eh kamu udah bangun ya” ucap Ibunya bangun
“Mah kok ada bingkisan” ucap Ilham
Ibunya melhat
“Oh dari Ajeng ada surat juga” ucap Ibunya
Ibunya memberikan suratnya. Ilham membaca suratnya, Ibunya membuka bingkisan membawa buah apel di berikan Ilham
******* **** ****
Sudah sembuh dari sakitnya, Ilham menjalani hidup seperti biasanya sehari hari, namun lam a kelamaan Ilham sering Mimisan namun tanpa di ketahui Ajeng yang tahu hanya Raffa, Pamannya, Kedua orang tuanya.
Setelah beberapa hari, minggu, bulan,  tahun di lewati hingga perpisahan.
******* **** ****
Jam 06.00
Ilham telah mengenakan jas berwarna hitam terlihat gagah namun tidak memakai kacamata merapihkan rambutnya menjadi rapih, ibunya pun datang.
“Ilham apa kamu kuat ?” Ibunya bertanya
“Insya allah, mah nanti habis perpisahan ini aku ingin surat ini di berikan pada Ajeng, dan aku juga setelah perpisahan aku ingin di operasi” ucap Ilham
“Tapi kamu terlihat pucat” ucap Ibunya
“Tak apa apa mah, aku ingin perpisahan dengan teman temanku mah” ucap Ilham
“Ya sudah kalau kamu memaksakan diri” ucap Ibunya
Jam 08.00
Sesampai di sekolah dan duduk yang telah di tentukan yang sudah di berikan nama.
“Mah kita duduk disini” ucap Ilham
“Enak ya kamu ham, kamu duduk di depan terus di kasih nama lagi” ucap Ibunya
“Nggak tahu juga sekolah percaya sama aku” ucap Ilham
“Kamu pintar” ucap Ibunya
“Oh ya, tapi aku gak sombong mah, walaupun aku pintar, nanti aku maju ke depan untuk pidato, panduan suara, dan nyanyi sendiri” ucap Ilham
“Ooh” ucap Ilham
Satu persatu telah di lewati acaranya, Ilham pun maju ke depan untuk berpidato.
“Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh” ucap Ilham
“Walaikumsalam warohmatulohi wabarokatuh” ucap seluruh orang
"Yang terhormat Bapak dan Ibu guru SMA Negeri Bakti Bangsa 2.
Teman teman kelas 12 angkatan 2015 khususnya teman teman 12 Ipa 3 yang saya sayangi.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa karena pada hari yang indah dan cerah ini kita semua dapat berkumpul untuk merayakan “Kelulusan dan Perpisahan Murid SMAN Losari.

Kedua, terima kasih kepada panitia yang telah mengizinkan saya untuk berdiri di sini menyampaikan salam perpisahan  di depan hadirin sekalian.
Ketiga, selamat bagi kita semua! Kita telah berhasil lulus akhirnya. Hari-hari penuh ujian yang sangat begitu menegangkan kini sudah berakhir. Kita bukan anak SMA lagi. Kita kan meninggalkan sekolah ini dan berpisah.
Perpisahan, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Kebanyakan dari kita pasti baru bertemu dan berteamna akrab saat bersekolah di sini. Mungkin juga ada yang sudah berteman sejak SMP, atau sejak SD. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah kita jalin selama tiga tahun ini dapat bertahan selamanya, tak tergoyahkan oleh apapun.  Namun tidak dapat kita ingkari bahwa seiring dengan berjalannya kehidupan kita, seiring dengan datanya hal-hal baru nanti seperti kuliah, kerja, menikah, juga seiring dengan datanya orang orang baru, teman baru, cowok baru, cewek baru, perpisahan memang hal yang lumrah terjadi.
Mungkin di antara kita ada yang merasa bergairah mengalami perpisahan karena yang ia tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih menyenangkan dibanding hal-hal yang membosankan di sini. Akan tetapi, mungkin di sisi yang berbeda, ada yang merasa sangat sedih karena telah mengalami banyak hal menyenangkan di sini dan mempunyai banyak kenangan indah.
Teman-teman yang saya cintai, sebelum kita terlambat menyadari bahwa waktu tadk dapat diputar kembali dan sebelum kita menyesal karena telah menyia-nyiakan masa SMA kita tanpa mengalami satu pun hal berharga. Maka buatlah kenangan sebanyak-banyaknya. Lakukan apa yang ingin kita lakukan. Katakan lah apa yang ingin kita katakan. Katakanlah kepada guru yang terlalu kaku dalam mengajar untuk lebih santai. Katakanlah kepada cewek-cewek berisik yang merasa sok cantik dan populer bahwa otak lebih penting dibanding penampilan. Katakanlah kepada cowok cowok cupu di sekolah untuk lebih percaya diri. Katakanlah kepada orang yagn kita cinta bahwa kita memang mencintainya. It is now or Never, friends! Come on! As time goes by, memory remains. Seiring berjalannya waktu, hanya kenanganlah yang tersisa.
Terakhir, saya kutip dari film cinta pertama yang dimainkan oleh Bunga Citra Lestari dan Benjamin Josua bahwa memang pertemuan tidak ada yang abadi. Tapi saya percaya, seperti pertemuan, perpisahan juga tidak ada yang abadi.
Jangan lupakan setiap hal berharga yang telah kita alami selama bersekolah tiga tahun di sini. Simpanlah kenangan itu dalam hati kita smua.
Selamat berpisah! Selamat karena telah menjadi bukan anak SMA lagi. Jagalah diri kalian yang kuliah jauh dari orang tua.
Sekian pidato yang saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada salah kata.
Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh"
“Walaikumsalam Warohmatulohi Wabarokatuh, terima kasih Ilham telah berpidato sekarang kelas 12 menyanyikan lagu perpisahan” ucap Pembawa acara
Setelah beberapa lagu di sampaikan, dan acara hampir sampir di puncak. Ilham pun maju ke depan untuk menyanyikan lagu, satu persatu kata telah di nyanyikan hingga airmata Ilham menetes.
Soba ni itai yo Kimi no tameni dekiru koto ga
Boku ni aru kana Itsumo kimi ni, zutto kimi ni
Waratte ite hoshikute

Himawari no youna Massuguna sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Kore kara wa boku mo Todokete yukitai
Hontou no shiawase no Imi wo mitsuke takara
”  (Motohiro Hata – Himawari no Yakusoku)
Ilham pun turun dari panggung telah menyanyikan lagu, dan duduk di samping ibunya.
“Kamu tadi nyanyi bagus” ucap Ibunya
“Makasih ya mah” ucap Ilham
Ibunya sedang memperhatikan jalan acara, Ilham pingsan tanpa di ketahui oleh ibunya tepat di pundaknya, saat sedang melihat pertunjukan perpisahan, Ibunya merasakan menetes di tangan.
“Darah ?” Ibunya bertanya
Ibunya langsung melihat anaknya pingsan dengan hidungnya terus mimisan, Ibunya pun menelpon dokter, Ibunya pun meraba dada Ilham masih terasa detak jantungnya, kebetulan ada guru lewat.
“Ibu, maaf Ilham gak bisa maju ke depan panggung, Ilham harus operasi sekarang, jadi maaf kalau sampai selesai acaranya” ucap Ibunya
“Operasi apa bu ?” Guru bertanya
“Operasi Kanker Otak, sekarang saya mau membawa Ilham ke depan sekolah saya tidak kuat” ucap Ibunya
“Ehm, moga lancar ya operasi.. Raffa.. Nino” Guru memanggil
Raffa dan Nino datang
“Ada apa bu ?” Raffa dan Nino bertanya
“Tolong bawa Ilham ke depan sekolah ambulance mau datang” ucap Guru
Raffa dan Nino pun membawa Ilham ke depan pagar. Hingga datang ambulance.
Perawat membawa Ilham ke dalam ambulance.
“Nanti Raffa sama Ajeng datang ya ke Rumah sakit” ucap Ibunya
Ibunya pun masuk ke dalam ambulance. Ambulance pun pergi
Datanglah Ajeng.
“Yah pergi” ucap Ajeng
“Oh ya Ilham kenapa ya hidungnya mimisan terus nggak berhenti henti” ucap Raffa
“Gak tahu” ucap Ajeng
“Kita ke rumah sakit saja” ucap Raffa
“Ya juga tapi bicara dulu ke guru” ucap Ajeng
Raffa dan Ajeng pun kembali ke dalam sekolah.

Sementara di rumah sakit, Ilham langsung ke ruang operasi dan telah janjian dengan dokternya, Dokter memulai operasi kanker otak, berjam jam telah menunggu datanglah Ajeng, Raffa dan gurunya datang.
“Bagaimana keadaannya tante” ucap Ajeng
“Masih di operasi” ucap Ibunya
“Apa sudah lama pak bu ?”  Gurunya bertanya
“Sudah 1 Jam lebih” ucap Ibu dan Bapaknya
“Sebenarnya Ilham kenapa ?” Raffa bertanya
“dulu Ilham di vonis kanker otak saat dia kelas 5 sd, dan sembuh di kelas 7 smp, tapi sel kanker yang di kira hilang, ternyata bertumbuh lagi di otaknya menyadarinya pas 11 sma, Ilham sebenarnya pas 11 sma semester 2 mau di operasi, namun Ilham mengundurkan jadi hari perpisahannya.” Ucap Bapaknya
“Inanilahi, Kenapa dia merahasiakan kepadaku ?” Ajeng bertanya
“Ya, ibu tidak tahu” ucap Ibunya
Hingga berjam jam di operasi, dan memuaskan Ilham sembuh.
“Ilham..” ucap Ajeng meneteskan airmata memeluk Ilham
“Kamu kok menangis” ucap Ilham
“Kamu nggak bilang kamu sakit” ucap Ajeng
“Aku nggak mau jadi beban pikiranmu” ucap Ilham
“Kamu bikin aku kaget saja Ham, aku denger kamu sakit begini aku juga sedih, kamu kenapa gak cerita ke aku kan sahabatmu” ucap Raffa
“Aku juga nggak mau jadi beban pikiranmu Raf” ucap Ilham
“Tapi sebelumnya, mama papah makasih telah berusaha aku menjadi sembuh dan telah menumbuhkan aku dengan rasa sayang mama papah, maaf kalau aku pernah nakal sama mama papah, Ajeng terima kasih kamu telah jadi pacarmu aku akan selalu ada di hatimu, Raffa makasih ya kamu menjadi sahabat terbaikku, Pak guru jadi perwakilan guru lain terima kasih ya telah mengajarkanku tentang hal baru dan membuatku pintar” ucap Ilham
Setelah mengucapkan kata kata terakhir, Ilham tiba tiba kejang kejang, Dokter pun mencoba agar Ilham tetap hidup, mereka memundurkan langkah, hingga beberapa kali di coba.
“Sudah kami usahakan namun Ilham telah di panggil oleh Allah” ucap Dokter
Ajeng pun mendekati Ilham menetes airmata.
“Maaf ya Ham kalau aku punya salah tapi kamu kenapa meninggalkanku begitu cepat aku ingin ke Tokyo bersamamu” ucap Ilham
“Makasih ya Sahabatku telah memberikan kata kata yang dalam agar diriku semangat yang pernah kamu bicarakan” ucap Raffa juga ikut menangis
Semua menangis kepergian Ilham.
“Soba ni itai yoKimi no tameni dekiru koto gaBoku ni aru kanaItsumo kimi ni, zutto kimi niWaratte ite hoshikuteHimawari no younaMassuguna sono yasashisa woNukumori wo zenbuKore kara wa boku moTodokete yukitaiHontou no shiawase noImi wo mitsuke takara” lagu itu di nyanyikan Ajeng
******* **** ****
Di Kuburan
Satu persatu pergi dari pemakaman Ilham.
“Terima kasih ya Ham..” ucap Ajeng
“Oh ya Ajeng ada surat dari Ilham” ucap Ibunya
Ajeng pun menerima surat dari Ilham.

Dari Ilham
Untuk Ajeng
Terima kasih ya Ajeng, kamu telah menjadi pacarku yang baik hati, aku mengorbankan apapun hanya untukmu, tapi allah telah membuat rencana ini yang terbaik untukku, maaf kalau aku tidak bisa ke Tokyo bersamamu… kamu jangan sedih ya, aku nanti tidak tenang di surga, aku tidak akan melupakanmu Ajeng.
“Makasih ya paman tante, aku pulang dulu ya” ucap Ajeng
Ajeng pun pergi meninggalkan Kuburan, dan saat itu bertemu Ilham.
“Hapus airmatamu aku akan tenang di surga” ucap Ilham
“Ya Ilham aku tidak akan menangis lagi” ucap Ajeng
Ilham pun pergi, Raffa pun datang.

“Kamu tadi berbicara dengan siapa ?” Raffa bertanya
“Bersama Ilham tadi..” ucap Ajeng

The End

Song : Motohiro Hata - Himawari no Yakusoku


"Terima kasih telah membaca cerpen saya, silahkan komentar ya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar