"Maaf, kalau ada kalimat yang tidak sempurna, mohon di maklumi"
Ah~!!! Pagi ini sungguh menyegarkan aku
melihat setiap sisi jalan di lihat sangat indah, apalagi ada sebuah sawah yang hijau daun padinya yang di lihat cantik
dan melihat embun pagi, aku mengendarai motor sederhana aku menikmati dunia
ini, melihat tepat pukul 05.45 aku mepercepat jalan motorku
Sesampai di tempat
Aku menunggu pacarku
tepat di depan gerbang rumahnya, yaps tepat sekali baru 5 detik aku datang, dia
datang sudah siap dengan seragam putih abu abunya, dia menghampiriku.
“Assalamualaikum Ilham”
ucap Ajeng
“Walaikumsalam Ajeng” ucap Ilham
“Ilham, sebentar kacamatamu aku pinjam dulu” ucap Ajeng
“Walaikumsalam Ajeng” ucap Ilham
“Ilham, sebentar kacamatamu aku pinjam dulu” ucap Ajeng
Ajeng pun mengambil
kacamata ilham ada noda, Ajeng pun membersihkan kacamata Ilham dengan bajunya.
“Kan jadi kotor
bajumu” ucap Ilham
“Nggak apa apa, ini” ucap Ajeng memasang kembali kacamata
“Ayo naik” ucap Ilham
“Nggak apa apa, ini” ucap Ajeng memasang kembali kacamata
“Ayo naik” ucap Ilham
Ajeng pun duduk
dengan duduk miring, Ilham pun menjalankan motornya
“Ilham, keputusan
aku sudah bulat” ucap Ajeng
“Keputusan apa ?” Ilham bertanya
“Aku asalnya mau sastra Inggris, tapi aku berfikir ingin sastra jepang, seperti mu” ucap Ajeng
“Honto ni ? (Serius ?)” ucap Ilham
“Serius, aku ingin bersamamu di Tokyo melihat pohon sakura” ucap Ajeng
“Ajeng” ucap Ilham
“Iya” ucap Ajeng
“Aku mau bilang sesuatu” ucap Ilham
“Keputusan apa ?” Ilham bertanya
“Aku asalnya mau sastra Inggris, tapi aku berfikir ingin sastra jepang, seperti mu” ucap Ajeng
“Honto ni ? (Serius ?)” ucap Ilham
“Serius, aku ingin bersamamu di Tokyo melihat pohon sakura” ucap Ajeng
“Ajeng” ucap Ilham
“Iya” ucap Ajeng
“Aku mau bilang sesuatu” ucap Ilham
Saat Ilham ingin
berbicara sesuatu, suara truk pagi hari lewat dengan suara bel, Ajeng menjadi
tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Ilham.
“Sorry, tadi gara
gara truk, kamu berbicara apa tadi ?” Ajeng bertanya
“Oh, ehm.. aku mau mengajakmu jalan kan besok sabtu” ucap Ilham
“Iya juga, aku mau, mau kemana ?” Ajeng bertanya
“Besok Jeng, besok juga aku sms in” ucap Ilham
“Padahal itu bukan yang aku bicarakan, syukur deh dia nggak denger” ucap Ilham di dalam hati
“Oh, ehm.. aku mau mengajakmu jalan kan besok sabtu” ucap Ilham
“Iya juga, aku mau, mau kemana ?” Ajeng bertanya
“Besok Jeng, besok juga aku sms in” ucap Ilham
“Padahal itu bukan yang aku bicarakan, syukur deh dia nggak denger” ucap Ilham di dalam hati
Sesampai di sekolah,
Ajeng turun dari motor.
“Arigatou Gozaimas..
Ilham (Terima kasih Ilham) “ ucap Ajeng menundukan kepala
“Sama sama” ucap Ilham
“Aku duluan ya” ucap Ajeng
“Sama sama” ucap Ilham
“Aku duluan ya” ucap Ajeng
Ajeng pun pergi
meninggalkan Ilham. Tiba tiba kepala
Ilham terasa pusing, Ilham hanya bisa memijat kepala Ilham sedikit demi
sedikit, namun tidak hilang hilang, tiba tiba juga Rafa dari belakang
menkagetkan Ilham.
“Door” teriak Raffa
Tapi Ilham bukannya kaget, namun pingsan karena tidak kuat pusing di kepalanya.
Tapi Ilham bukannya kaget, namun pingsan karena tidak kuat pusing di kepalanya.
“Aah~~!!, Mau
kagetin malah pingsan” ucap Raffa
Raffa pun membawa
Ilham ke pos satpam untuk sementara, dan satpamnya menjaga pagar sekolah dan
memperhatikan Ilham.
******* **** ****
Pukul 08.00
Guru sedang
menjelaskan materi matematika dari A sampai Z, hingga Guru itu memberikan salah
satu soal dan akan di masukan nilai 100 di kotak nilai.
“N adalah bilangan asli 4 angka yang tidak
berakhiran dengan angka 0 dan R (N) menyatakan bilangan 4 angka dengan
me-revers digit digit N. (dalam kasus ini revers artinya angka pertama N
menjadi angka ke-4, angka ke 2, menjadi angka ke-3, angka ke-3-menjadi angka ke-4
dan angka ke-4 menjadi angka pertama). Sebagai contoh adalah R (3275) = 5723.
Tentukan semua bilangan asli N yang memenuhi R(N) = 4N +3. Ada yang bisa ?“
ucap Guru
Ilham langsung
mengangkatkan tangan,
“Silahkan Ilham”
ucap Guru
Ilham pun
melangkahkan kaki ke depan dan mencoba mengerjakannya :
Misalkan
N = 1000a + 100b + 10c + d maka R(N) = 1000d + 100c + 10b + a
4N < 10000 –> N < 2500 –> a = 1 atau 2
4N < 10000 –> N < 2500 –> a = 1 atau 2
•
Jika a = 2
Karena angka satuan R(N) = 2 maka angka satuan 4N = 9 (4N adalah bilangan ganjil)
Padahal 4N adalah bilangan genap (kontradiksi)
Karena angka satuan R(N) = 2 maka angka satuan 4N = 9 (4N adalah bilangan ganjil)
Padahal 4N adalah bilangan genap (kontradiksi)
•
Jika a = 1
Maka d = 4, 5, 6 atau 7.
Karena angka satuan R(N) = 1 maka angka satuan 4N = 8.
Nilai d yang memenuhi hanya d = 7 –> N adalah bilangan ganjil.
7000 + 100c + 10b + 1 = 4000 + 400b + 40c + 28 + 3
2970 = 300b + 30c
99 = 10b + c
Hanya dipenuhi jika b = 9 dan c = 9
N yang memenuhi hanya N = 1997
Maka d = 4, 5, 6 atau 7.
Karena angka satuan R(N) = 1 maka angka satuan 4N = 8.
Nilai d yang memenuhi hanya d = 7 –> N adalah bilangan ganjil.
7000 + 100c + 10b + 1 = 4000 + 400b + 40c + 28 + 3
2970 = 300b + 30c
99 = 10b + c
Hanya dipenuhi jika b = 9 dan c = 9
N yang memenuhi hanya N = 1997
“100,
Ilham kamu boleh duduk” ucap Guru
Ilham
pun melangkahkan kaki kembali ke tempat duduk namun karena pusing kembali
datang, Ilham pingsan dan kaca bagian kanan kacamatanya pecah, semua khawathir,
Ilham di bawa ke uks oleh teman temannya.
“Ajeng,
apa Ilham tadi tidak sarapan ?” Guru bertanya
“Nggak tahu, tapi mungkin pak karena Ilham jarang sarapan” ucap Ajeng
“Oh ya sudah kalian kerjakan halaman 14, bapak mau ke uks” ucap Guru
“Nggak tahu, tapi mungkin pak karena Ilham jarang sarapan” ucap Ajeng
“Oh ya sudah kalian kerjakan halaman 14, bapak mau ke uks” ucap Guru
Di
UKS
Ilham
pun sadar dari pingsan mencoba duduk
tapi kepalanya masih pusing.
“Duh..” ucap Ilham
“Kalau kamu nggak kuat, bapak pulangkan kamu” ucap Guru
“Nggak apa apa pak, saya hanya pingsan” ucap Ilham
“Kamu istirahat saja dulu, bapak mau kembali ke kelas” ucap Guru
“Ya pak” ucap Ilham
“Kalau kamu nggak kuat, bapak pulangkan kamu” ucap Guru
“Nggak apa apa pak, saya hanya pingsan” ucap Ilham
“Kamu istirahat saja dulu, bapak mau kembali ke kelas” ucap Guru
“Ya pak” ucap Ilham
Guru
pun keluar dari uks, dokter uks masuk.
“Paman,
apakah … datang lagi ke tubuhku” ucap Ilham
“Kamu hanya pingsan masih wajar, tapi kalau … lama itu kan kamu sudah sembuh” ucap Dokter Uks
“Iya sih kelas 7 Smp, tapi gak tahu juga moga moga saja ini hanya pingsan biasa” ucap Ilham
“Ya sudah kamu istirahat saja dulu” ucap Dokter Uks
“Kamu hanya pingsan masih wajar, tapi kalau … lama itu kan kamu sudah sembuh” ucap Dokter Uks
“Iya sih kelas 7 Smp, tapi gak tahu juga moga moga saja ini hanya pingsan biasa” ucap Ilham
“Ya sudah kamu istirahat saja dulu” ucap Dokter Uks
Ilham
pun istirahat (tidur) di uks.
******* **** ****
Bel
pulang telah berbunyi, semua siswa siswi keluar dari kelas rombongan yang ingin cepat cepat pulang.
“Yah
mendung” ucap Ajeng
“Iya mendung, tapi ayo Jeng, keburu hujan” ucap Ilham
“Iya mendung, tapi ayo Jeng, keburu hujan” ucap Ilham
Ilham
mempercepat jalannya dan Ajeng juga, hingga di parkiran. Ilham menghidupkan
motornya, Ajeng naik di motornya Ilham.
Ilham
pun menjalankan motornya dengan cepat.
Saat
di perjalanan Hujan makin lama makin deras, terpaksa mereka berdua berhenti di
halte.
Ilham
pun mengeluarkan jaket dari tasnya dan mengenakan ke badan Ajeng.
“Makasih
ya” ucap Ajeng
“Ayolah Jeng, aku terusin jalannya” ucap Ilham
“Kan hujan deras nanti kalau kamu sakit gimana” ucap Ajeng
“Nggak kok, ayo cepetan” ucap Ilham telah menaiki motor
“Ayolah Jeng, aku terusin jalannya” ucap Ilham
“Kan hujan deras nanti kalau kamu sakit gimana” ucap Ajeng
“Nggak kok, ayo cepetan” ucap Ilham telah menaiki motor
Ajeng
pun menuruti kata Ilham, Ajeng pun duduk di motor dengan duduk miring, sehingga
di rumah Ajeng hujan telah reda.
“Makasih
ya, kamu sudah bikin aku hangat badanku, kamu rela hujan hujanan” ucap Ajeng
“Ya nggak apa apa, ini semua hanya untuk pengorbanan buatmu” ucap Ilham
“Oh ya ini helmnya, Jaketnya aku bawa ya sekalian aku cuci” ucap Ajeng
“Iya, aku pulang ya” ucap Ilham
“Ya nggak apa apa, ini semua hanya untuk pengorbanan buatmu” ucap Ilham
“Oh ya ini helmnya, Jaketnya aku bawa ya sekalian aku cuci” ucap Ajeng
“Iya, aku pulang ya” ucap Ilham
Ilham
pun pergi dari rumah Ajeng dan pulang ke rumah.
Sesampai
di rumahnya, Ilham pun menyimpan motor di garasi, dan masuk ke rumah.
“Assalamualaikum”
ucap Ilham
“Walaikumsalam, Ilham kamu kok hujan hujanan” ucap Ibunya khawathir
“Tadi habis mengantarkan Ajeng” ucap Ilham
“Ingat ya Ilham kamu mandi langsung” ucap Ibunya
“Walaikumsalam, Ilham kamu kok hujan hujanan” ucap Ibunya khawathir
“Tadi habis mengantarkan Ajeng” ucap Ilham
“Ingat ya Ilham kamu mandi langsung” ucap Ibunya
“Iya
mah” ucap Ilham
“Sebentar kacamatamu mana ?” Ibunya bertanya
“Aku simpan, kacanya tadi pecah aku pingsan tadi” ucap Ilham
“Pingsan ?” Ibunya bertanya
“Sebentar kacamatamu mana ?” Ibunya bertanya
“Aku simpan, kacanya tadi pecah aku pingsan tadi” ucap Ilham
“Pingsan ?” Ibunya bertanya
“Sudah
dulu ya mah, aku mau ke kamar” ucap Ilham
Ilham
pun masuk ke dalam kamarnya, dan menganti bajunya. Langsung mengambil handuk
dan mandi 5 menit, setelah mandi Ilham melihat jam 16.00.
“Tidur
sebentar ah” ucap Ilham
Ilham
pun tidur di tempat tidurnya.
******* **** ****
Pukul
17.59
Ibunya
pun masuk ke dalam kamar Ilham membangunkan Ilham untuk shalat Magrib.
“Ilham
bangun Ilham sudah magrib” ucap Ibunya menggerakan badan Ilham
“Ilham”ucap
ibunya baru menyentuh kulitnya
“Kok panas, Ilham” ucap ibunya menyentuh tangan, kaki, kening
“Kok panas, Ilham” ucap ibunya menyentuh tangan, kaki, kening
“Ilham..
bangun Ilham” ucap Ibunya
Ilham
pun bangun.
“Apa
mah ?, kepalaku pusing” ucap Ilham
“Mama hubungi dokter dulu ya” ucap Ibunya
“Mama hubungi dokter dulu ya” ucap Ibunya
Ibunya
pun menelpon dokter untuk datang ke rumah.
“Ilham
hanya panas biasa ya karena hujan hujanan tadi” ucap Dokter
“Apa tidak parah” ucap Ibunya
“Tidak, cukup minum obat ini ya insyaallah 2-3 hari sembuh” ucap Dokter
“Makasih ya dok” ucap Ibunya
“Apa tidak parah” ucap Ibunya
“Tidak, cukup minum obat ini ya insyaallah 2-3 hari sembuh” ucap Dokter
“Makasih ya dok” ucap Ibunya
“Ilham
cepat sembuh ya..” ucap Ibunya mencium kening dan mengopres Ilham
******* **** ****
Keesokan harinya Jam 08.00
Ajeng datang ke
rumah Ilham membawa bingkisan.
“Paman ada Ilham ?”
Ajeng bertanya
“Ada bersama ibunya di kamar” ucap Ayahnya
“Ada bersama ibunya di kamar” ucap Ayahnya
Ajeng pun masuk ke
dalam rumah dan menuju ke kamar Ilham. Ajeng melihat Ilham tidur pulas bersama
ibunya di sampingnya.
“Ya masih tidur”
ucap Ajeng
Ajeng pun meletakan
bingkisannya, dan menulis surat.
“Untuk Muhammad
Ilham
Dari Ajeng Putri
Dari Ajeng Putri
Ham, cepat sembuh ya
kemarin kamu ngeyel sih aku bilang sekarang kamu sakit, oh ya aku bawa buah
buahan buat kamu, dan jaket yang kau pinjam untukku, sebenarnya aku pengen
menjengukmu, kamu lagi tidur kan gk enak aku Cuma bisa member ini”
Ajeng pun berjalan
pelan pelan, dan berpamitan dengan ayahnya.
“Kok cepat Jeng ?”
Ayahnya bertanya
“Gak enak lagi tidur, gak mau bangunin, oh ya paman aku pulang dulu ya assalamualaikum” ucap Ajeng salim
“Walaikumsalam” ucap Ayahnya
“Gak enak lagi tidur, gak mau bangunin, oh ya paman aku pulang dulu ya assalamualaikum” ucap Ajeng salim
“Walaikumsalam” ucap Ayahnya
Jam 08.30
Ilham pun bangun
meski terasa pusing melihat bingkisan.
“Bingkisan dari
siapa ya ?” Ilham bertanya
“Eh kamu udah bangun ya” ucap Ibunya bangun
“Mah kok ada bingkisan” ucap Ilham
“Eh kamu udah bangun ya” ucap Ibunya bangun
“Mah kok ada bingkisan” ucap Ilham
Ibunya melhat
“Oh dari Ajeng ada
surat juga” ucap Ibunya
Ibunya memberikan
suratnya. Ilham membaca suratnya, Ibunya membuka bingkisan membawa buah apel di
berikan Ilham
******* **** ****
Sudah sembuh dari
sakitnya, Ilham menjalani hidup seperti biasanya sehari hari, namun lam a
kelamaan Ilham sering Mimisan namun tanpa di ketahui Ajeng yang tahu hanya
Raffa, Pamannya, Kedua orang tuanya.
Setelah beberapa
hari, minggu, bulan, tahun di lewati
hingga perpisahan.
******* **** ****
Jam 06.00
Ilham telah
mengenakan jas berwarna hitam terlihat gagah namun tidak memakai kacamata
merapihkan rambutnya menjadi rapih, ibunya pun datang.
“Ilham apa kamu kuat
?” Ibunya bertanya
“Insya allah, mah nanti habis perpisahan ini aku ingin surat ini di berikan pada Ajeng, dan aku juga setelah perpisahan aku ingin di operasi” ucap Ilham
“Tapi kamu terlihat pucat” ucap Ibunya
“Tak apa apa mah, aku ingin perpisahan dengan teman temanku mah” ucap Ilham
“Ya sudah kalau kamu memaksakan diri” ucap Ibunya
“Insya allah, mah nanti habis perpisahan ini aku ingin surat ini di berikan pada Ajeng, dan aku juga setelah perpisahan aku ingin di operasi” ucap Ilham
“Tapi kamu terlihat pucat” ucap Ibunya
“Tak apa apa mah, aku ingin perpisahan dengan teman temanku mah” ucap Ilham
“Ya sudah kalau kamu memaksakan diri” ucap Ibunya
Jam 08.00
Sesampai di sekolah
dan duduk yang telah di tentukan yang sudah di berikan nama.
“Mah kita duduk
disini” ucap Ilham
“Enak ya kamu ham, kamu duduk di depan terus di kasih nama lagi” ucap Ibunya
“Nggak tahu juga sekolah percaya sama aku” ucap Ilham
“Kamu pintar” ucap Ibunya
“Oh ya, tapi aku gak sombong mah, walaupun aku pintar, nanti aku maju ke depan untuk pidato, panduan suara, dan nyanyi sendiri” ucap Ilham
“Ooh” ucap Ilham
“Enak ya kamu ham, kamu duduk di depan terus di kasih nama lagi” ucap Ibunya
“Nggak tahu juga sekolah percaya sama aku” ucap Ilham
“Kamu pintar” ucap Ibunya
“Oh ya, tapi aku gak sombong mah, walaupun aku pintar, nanti aku maju ke depan untuk pidato, panduan suara, dan nyanyi sendiri” ucap Ilham
“Ooh” ucap Ilham
Satu persatu telah
di lewati acaranya, Ilham pun maju ke depan untuk berpidato.
“Assalamualaikum
warohmatulohi wabarokatuh” ucap Ilham
“Walaikumsalam
warohmatulohi wabarokatuh” ucap seluruh orang
“"Yang terhormat Bapak dan Ibu guru SMA
Negeri Bakti Bangsa 2.
Teman teman kelas 12 angkatan 2015 khususnya teman teman 12 Ipa 3
yang saya sayangi.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa karena pada hari yang indah dan cerah ini kita semua dapat berkumpul untuk merayakan “Kelulusan dan Perpisahan Murid SMAN Losari.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa karena pada hari yang indah dan cerah ini kita semua dapat berkumpul untuk merayakan “Kelulusan dan Perpisahan Murid SMAN Losari.
Kedua, terima kasih kepada panitia yang telah mengizinkan saya untuk berdiri di sini menyampaikan salam perpisahan di depan hadirin sekalian.
Ketiga, selamat bagi kita semua! Kita telah berhasil lulus akhirnya. Hari-hari penuh ujian yang sangat begitu menegangkan kini sudah berakhir. Kita bukan anak SMA lagi. Kita kan meninggalkan sekolah ini dan berpisah.
Perpisahan, setiap ada
pertemuan pasti ada perpisahan. Kebanyakan dari kita pasti baru bertemu dan
berteamna akrab saat bersekolah di sini. Mungkin juga ada yang sudah berteman
sejak SMP, atau sejak SD. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah kita
jalin selama tiga tahun ini dapat bertahan selamanya, tak tergoyahkan oleh
apapun. Namun tidak dapat
kita ingkari bahwa seiring dengan berjalannya kehidupan kita, seiring dengan
datanya hal-hal baru nanti seperti kuliah, kerja, menikah, juga seiring dengan
datanya orang orang baru, teman baru, cowok baru, cewek baru, perpisahan memang
hal yang lumrah terjadi.
Mungkin di antara kita ada yang merasa bergairah mengalami perpisahan karena yang ia tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih menyenangkan dibanding hal-hal yang membosankan di sini. Akan tetapi, mungkin di sisi yang berbeda, ada yang merasa sangat sedih karena telah mengalami banyak hal menyenangkan di sini dan mempunyai banyak kenangan indah.
Teman-teman yang saya cintai, sebelum kita terlambat menyadari bahwa waktu tadk dapat diputar kembali dan sebelum kita menyesal karena telah menyia-nyiakan masa SMA kita tanpa mengalami satu pun hal berharga. Maka buatlah kenangan sebanyak-banyaknya. Lakukan apa yang ingin kita lakukan. Katakan lah apa yang ingin kita katakan. Katakanlah kepada guru yang terlalu kaku dalam mengajar untuk lebih santai. Katakanlah kepada cewek-cewek berisik yang merasa sok cantik dan populer bahwa otak lebih penting dibanding penampilan. Katakanlah kepada cowok cowok cupu di sekolah untuk lebih percaya diri. Katakanlah kepada orang yagn kita cinta bahwa kita memang mencintainya. It is now or Never, friends! Come on! As time goes by, memory remains. Seiring berjalannya waktu, hanya kenanganlah yang tersisa. Terakhir, saya kutip dari film cinta pertama yang dimainkan oleh Bunga Citra Lestari dan Benjamin Josua bahwa memang pertemuan tidak ada yang abadi. Tapi saya percaya, seperti pertemuan, perpisahan juga tidak ada yang abadi.
Jangan lupakan setiap hal berharga yang telah kita alami selama bersekolah tiga tahun di sini. Simpanlah kenangan itu dalam hati kita smua.
Selamat berpisah! Selamat karena telah menjadi bukan anak SMA lagi. Jagalah diri kalian yang kuliah jauh dari orang tua.
Sekian pidato yang saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada salah kata.
Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh"
Mungkin di antara kita ada yang merasa bergairah mengalami perpisahan karena yang ia tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih menyenangkan dibanding hal-hal yang membosankan di sini. Akan tetapi, mungkin di sisi yang berbeda, ada yang merasa sangat sedih karena telah mengalami banyak hal menyenangkan di sini dan mempunyai banyak kenangan indah.
Teman-teman yang saya cintai, sebelum kita terlambat menyadari bahwa waktu tadk dapat diputar kembali dan sebelum kita menyesal karena telah menyia-nyiakan masa SMA kita tanpa mengalami satu pun hal berharga. Maka buatlah kenangan sebanyak-banyaknya. Lakukan apa yang ingin kita lakukan. Katakan lah apa yang ingin kita katakan. Katakanlah kepada guru yang terlalu kaku dalam mengajar untuk lebih santai. Katakanlah kepada cewek-cewek berisik yang merasa sok cantik dan populer bahwa otak lebih penting dibanding penampilan. Katakanlah kepada cowok cowok cupu di sekolah untuk lebih percaya diri. Katakanlah kepada orang yagn kita cinta bahwa kita memang mencintainya. It is now or Never, friends! Come on! As time goes by, memory remains. Seiring berjalannya waktu, hanya kenanganlah yang tersisa. Terakhir, saya kutip dari film cinta pertama yang dimainkan oleh Bunga Citra Lestari dan Benjamin Josua bahwa memang pertemuan tidak ada yang abadi. Tapi saya percaya, seperti pertemuan, perpisahan juga tidak ada yang abadi.
Jangan lupakan setiap hal berharga yang telah kita alami selama bersekolah tiga tahun di sini. Simpanlah kenangan itu dalam hati kita smua.
Selamat berpisah! Selamat karena telah menjadi bukan anak SMA lagi. Jagalah diri kalian yang kuliah jauh dari orang tua.
Sekian pidato yang saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada salah kata.
Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh"
“Walaikumsalam
Warohmatulohi Wabarokatuh, terima kasih Ilham telah berpidato sekarang kelas 12
menyanyikan lagu perpisahan” ucap Pembawa acara
Setelah beberapa lagu di
sampaikan, dan acara hampir sampir di puncak. Ilham pun maju ke depan untuk
menyanyikan lagu, satu persatu kata telah di nyanyikan hingga airmata Ilham
menetes.
“Soba ni itai yo Kimi
no tameni dekiru koto ga
Boku ni aru kana Itsumo kimi ni, zutto kimi ni
Waratte ite hoshikute
Himawari no youna Massuguna sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu
Kore kara wa boku mo Todokete yukitai
Hontou no shiawase no Imi wo mitsuke takara” (Motohiro Hata – Himawari no Yakusoku)
Boku ni aru kana Itsumo kimi ni, zutto kimi ni
Waratte ite hoshikute
Himawari no youna Massuguna sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu
Kore kara wa boku mo Todokete yukitai
Hontou no shiawase no Imi wo mitsuke takara” (Motohiro Hata – Himawari no Yakusoku)
Ilham pun turun dari
panggung telah menyanyikan lagu, dan duduk di samping ibunya.
“Kamu tadi nyanyi bagus”
ucap Ibunya
“Makasih ya mah” ucap Ilham
“Makasih ya mah” ucap Ilham
Ibunya sedang
memperhatikan jalan acara, Ilham pingsan tanpa di ketahui oleh ibunya tepat di
pundaknya, saat sedang melihat pertunjukan perpisahan, Ibunya merasakan menetes
di tangan.
“Darah ?” Ibunya bertanya
Ibunya langsung melihat
anaknya pingsan dengan hidungnya terus mimisan, Ibunya pun menelpon dokter,
Ibunya pun meraba dada Ilham masih terasa detak jantungnya, kebetulan ada guru
lewat.
“Ibu, maaf Ilham gak bisa
maju ke depan panggung, Ilham harus operasi sekarang, jadi maaf kalau sampai
selesai acaranya” ucap Ibunya
“Operasi apa bu ?” Guru
bertanya
“Operasi Kanker Otak,
sekarang saya mau membawa Ilham ke depan sekolah saya tidak kuat” ucap Ibunya
“Ehm, moga lancar ya
operasi.. Raffa.. Nino” Guru memanggil
Raffa dan Nino datang
“Ada apa bu ?” Raffa dan
Nino bertanya
“Tolong bawa Ilham ke depan sekolah ambulance mau datang” ucap Guru
“Tolong bawa Ilham ke depan sekolah ambulance mau datang” ucap Guru
Raffa dan Nino pun
membawa Ilham ke depan pagar. Hingga datang ambulance.
Perawat membawa Ilham ke
dalam ambulance.
“Nanti Raffa sama Ajeng
datang ya ke Rumah sakit” ucap Ibunya
Ibunya pun masuk ke dalam
ambulance. Ambulance pun pergi
Datanglah Ajeng.
“Yah pergi” ucap Ajeng
“Oh ya Ilham kenapa ya hidungnya mimisan terus nggak berhenti henti” ucap Raffa
“Gak tahu” ucap Ajeng
“Kita ke rumah sakit saja” ucap Raffa
“Ya juga tapi bicara dulu ke guru” ucap Ajeng
“Oh ya Ilham kenapa ya hidungnya mimisan terus nggak berhenti henti” ucap Raffa
“Gak tahu” ucap Ajeng
“Kita ke rumah sakit saja” ucap Raffa
“Ya juga tapi bicara dulu ke guru” ucap Ajeng
Raffa dan Ajeng pun
kembali ke dalam sekolah.
Sementara di rumah sakit, Ilham langsung ke ruang operasi dan telah janjian dengan dokternya, Dokter memulai operasi kanker otak, berjam jam telah menunggu datanglah Ajeng, Raffa dan gurunya datang.
Sementara di rumah sakit, Ilham langsung ke ruang operasi dan telah janjian dengan dokternya, Dokter memulai operasi kanker otak, berjam jam telah menunggu datanglah Ajeng, Raffa dan gurunya datang.
“Bagaimana keadaannya
tante” ucap Ajeng
“Masih di operasi” ucap
Ibunya
“Apa sudah lama pak bu ?” Gurunya bertanya
“Sudah 1 Jam lebih” ucap Ibu dan Bapaknya
“Sebenarnya Ilham kenapa ?” Raffa bertanya
“dulu Ilham di vonis kanker otak saat dia kelas 5 sd, dan sembuh di kelas 7 smp, tapi sel kanker yang di kira hilang, ternyata bertumbuh lagi di otaknya menyadarinya pas 11 sma, Ilham sebenarnya pas 11 sma semester 2 mau di operasi, namun Ilham mengundurkan jadi hari perpisahannya.” Ucap Bapaknya
“Inanilahi, Kenapa dia merahasiakan kepadaku ?” Ajeng bertanya
“Ya, ibu tidak tahu” ucap Ibunya
“Apa sudah lama pak bu ?” Gurunya bertanya
“Sudah 1 Jam lebih” ucap Ibu dan Bapaknya
“Sebenarnya Ilham kenapa ?” Raffa bertanya
“dulu Ilham di vonis kanker otak saat dia kelas 5 sd, dan sembuh di kelas 7 smp, tapi sel kanker yang di kira hilang, ternyata bertumbuh lagi di otaknya menyadarinya pas 11 sma, Ilham sebenarnya pas 11 sma semester 2 mau di operasi, namun Ilham mengundurkan jadi hari perpisahannya.” Ucap Bapaknya
“Inanilahi, Kenapa dia merahasiakan kepadaku ?” Ajeng bertanya
“Ya, ibu tidak tahu” ucap Ibunya
Hingga berjam jam di
operasi, dan memuaskan Ilham sembuh.
“Ilham..” ucap Ajeng
meneteskan airmata memeluk Ilham
“Kamu kok menangis” ucap Ilham
“Kamu nggak bilang kamu sakit” ucap Ajeng
“Aku nggak mau jadi beban pikiranmu” ucap Ilham
“Kamu bikin aku kaget saja Ham, aku denger kamu sakit begini aku juga sedih, kamu kenapa gak cerita ke aku kan sahabatmu” ucap Raffa
“Aku juga nggak mau jadi beban pikiranmu Raf” ucap Ilham
“Tapi sebelumnya, mama papah makasih telah berusaha aku menjadi sembuh dan telah menumbuhkan aku dengan rasa sayang mama papah, maaf kalau aku pernah nakal sama mama papah, Ajeng terima kasih kamu telah jadi pacarmu aku akan selalu ada di hatimu, Raffa makasih ya kamu menjadi sahabat terbaikku, Pak guru jadi perwakilan guru lain terima kasih ya telah mengajarkanku tentang hal baru dan membuatku pintar” ucap Ilham
“Kamu kok menangis” ucap Ilham
“Kamu nggak bilang kamu sakit” ucap Ajeng
“Aku nggak mau jadi beban pikiranmu” ucap Ilham
“Kamu bikin aku kaget saja Ham, aku denger kamu sakit begini aku juga sedih, kamu kenapa gak cerita ke aku kan sahabatmu” ucap Raffa
“Aku juga nggak mau jadi beban pikiranmu Raf” ucap Ilham
“Tapi sebelumnya, mama papah makasih telah berusaha aku menjadi sembuh dan telah menumbuhkan aku dengan rasa sayang mama papah, maaf kalau aku pernah nakal sama mama papah, Ajeng terima kasih kamu telah jadi pacarmu aku akan selalu ada di hatimu, Raffa makasih ya kamu menjadi sahabat terbaikku, Pak guru jadi perwakilan guru lain terima kasih ya telah mengajarkanku tentang hal baru dan membuatku pintar” ucap Ilham
Setelah mengucapkan kata
kata terakhir, Ilham tiba tiba kejang kejang, Dokter pun mencoba agar Ilham
tetap hidup, mereka memundurkan langkah, hingga beberapa kali di coba.
“Sudah kami usahakan
namun Ilham telah di panggil oleh Allah” ucap Dokter
Ajeng pun mendekati Ilham
menetes airmata.
“Maaf ya Ham kalau aku
punya salah tapi kamu kenapa meninggalkanku begitu cepat aku ingin ke Tokyo
bersamamu” ucap Ilham
“Makasih ya Sahabatku telah memberikan kata kata yang dalam agar diriku semangat yang pernah kamu bicarakan” ucap Raffa juga ikut menangis
“Makasih ya Sahabatku telah memberikan kata kata yang dalam agar diriku semangat yang pernah kamu bicarakan” ucap Raffa juga ikut menangis
Semua menangis kepergian
Ilham.
“Soba
ni itai yoKimi no tameni dekiru koto gaBoku ni aru kanaItsumo kimi ni, zutto kimi niWaratte ite hoshikuteHimawari no younaMassuguna sono yasashisa woNukumori wo zenbuKore kara wa boku moTodokete yukitaiHontou no shiawase noImi wo mitsuke takara” lagu itu di nyanyikan
Ajeng
******* **** ****
Di Kuburan
Satu persatu pergi dari
pemakaman Ilham.
“Terima kasih ya Ham..”
ucap Ajeng
“Oh ya Ajeng ada surat dari Ilham” ucap Ibunya
“Oh ya Ajeng ada surat dari Ilham” ucap Ibunya
Ajeng pun menerima surat
dari Ilham.
Dari Ilham
Untuk Ajeng
Untuk Ajeng
Terima kasih ya Ajeng,
kamu telah menjadi pacarku yang baik hati, aku mengorbankan apapun hanya
untukmu, tapi allah telah membuat rencana ini yang terbaik untukku, maaf kalau
aku tidak bisa ke Tokyo bersamamu… kamu jangan sedih ya, aku nanti tidak tenang
di surga, aku tidak akan melupakanmu Ajeng.
“Makasih ya paman tante,
aku pulang dulu ya” ucap Ajeng
Ajeng pun pergi
meninggalkan Kuburan, dan saat itu bertemu Ilham.
“Hapus airmatamu aku akan
tenang di surga” ucap Ilham
“Ya Ilham aku tidak akan menangis lagi” ucap Ajeng
“Ya Ilham aku tidak akan menangis lagi” ucap Ajeng
Ilham pun pergi, Raffa
pun datang.
“Kamu tadi berbicara
dengan siapa ?” Raffa bertanya
“Bersama Ilham tadi..” ucap Ajeng
“Bersama Ilham tadi..” ucap Ajeng
The End
Song : Motohiro Hata - Himawari no Yakusoku
"Terima kasih telah membaca cerpen saya, silahkan komentar ya"
"Terima kasih telah membaca cerpen saya, silahkan komentar ya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar