“Aku mimisan ?” Andi
bertanya tanya
Darah yang menetes jatuh di bagian buku tulis dan buku
paket yang Andi pelajari, dia mencoba mencari tisu sebelum darahnya menetes,
hingga menemukan.
“Kak..” ucap Rio tiba tiba datang
“Apa Rio ?”Andi bertanya membersihkan hidungnya dari darah
“Kakak berbalik dulu” ucap Rio“Ini kak” ucap Rio
“Oh pr lagi, sebentar” ucap Andi
“Iya” ucap Andi
“Iya, ada apa ?” Andi bertanya
“Ada undangan nih” ucap Nina memberikan Andi
“Undangan ulang tahun Nathanael Djuhandar ?, kakak kelas itu kan ?” Andi bertanya
“Iya, Fransisca mengajakmu, dan aku juga ikut, tapi kalau kamu gak ikut juga nggak apa apa” ucap Nina
“Kayaknya menarik, aku ikut saja” ucap Andi
“Ya sudah aku pergi dulu ya” ucap Nina
“Iya” ucap Andi
“Iya” ucap Andi
“Apa aku boleh ikut ?” Jujun bertanya
“Ehm, Kak Nathan hanya mengundang beberapa orang saja” ucap Fransisca
“Yah..” ucap Jujun
“Oh ya aku lupa, aku pergi dulu” ucap Fransisca
“Oh iya, aduh mimisan lagi” ucap Andi melihat tetesan darah, Ia pun menghapus darahnya
“Sebelumnya kamu kan nggak pernah mimisan” ucap Jujun
“Kakak mau kemana ?” Rio bertanya datang tiba tiba
“Inanilahi, Rio nggak permisi dulu kalau masuk” ucap Andi
“Hehehe, aku lihat kakak pucat, jangan ke pesta kak” ucap Rio
“Nggak, aku nggak apa apa kok Rio” ucap Andi
“Kakak Yakin ?” Rio bertanya
“Iya, udah jam segini aku berangkat dulu” ucap Andi
“Bisa saja” ucap Fransisca
“Ya kak Nathan” ucap Siska
“Saya pinjam Siska dulu ya Andi” ucap Nathan
“Iya” ucap Andi
“Iya pucat, kamu kok bela belain ke sini” ucap Nina
“Udah janji sama Siska” ucap Andi
“Kamu pulang saja, nanti ada sesuatu yang terjadi” ucap Nina
“Nggak kok, aku hanya diam disini saja” ucap Andi
“Eh maafin Andi ya, aku gak tahu dia kenapa ?” ucap Siska
“Nathan, kamu kan cowok bawa Andi” ucap Nina
“Eh, enak saja gue normal” ucap Nathan
“Aku nggak bisa berenang” ucap Siska
“Andi, kamu kok bikin dia” ucap Siska tampak marah
“Andi, kamu jangan dengarkan kata dia, aku tahu dia kaya dia sombong, kolam lecetlah, acaranya rusak, dia sombong” ucap Nina
“Entah apa yang harus aku katakan sama Siska” ucap Andi
“Aku kayaknya membawamu pulang aku gak yakin” ucap Nina
“Aku bisa sendiri” ucap Andi
“Andi, kamu kan tadi pingsan, kalau di jalan pingsan gak ada yang tahu, kamu ikut aku saja” ucap Nina
Siska hanya mengabaikan
“Bawa pulang, gak usah balik lagi” ucap Nathan
“Oh ya gak apa apa, Andi apa merasa pusing ?” Ayahnya Nina bertanya
“Lumayan” ucap Andi
“Yah, dia tadi bawa motor, siapa yang bawa motor” ucap Nina
“Supir saja, Sutedjo bawa motornya Andi dan nanti Sutedjo ikut saya dari belakang” ucap Ayahnya Nina
“Assalamualaikum tante, maaf dia tadi basah habis pingsan di dalam kolam” ucap Nina
“Walaikumsalam, terima kasih ya Nina membawa pulang Andi” ucap Bu Angel
“Nggak mungkin buat sekolah, kamu panas, besok ibu telpon sama gurunya” ucap Bu Lina
“Mah..” ucap Andi
“Maaf Andi, sekarang sudah malam kamu istirahat saja, badanmu panas” ucap Bu Lina
“Iya dok, aku mau nanya dok, akhir akhir ini aku sekali dua kali suka mimisan, kalau merasakan pusing kalau gak salah akhir akhir ini juga” ucap Andi
“Mimisan itu ada mimisan karena kecapekan mudah lelah jadi suka mimisan, dan ada mimisan yang menandakan kanker” ucap Dokter
“Oh, berarti mungkin aku hanya kecapekan saja ya dok” ucap Andi
“Ya mungkin” ucap Dokter
“Makasih ya dok, sudah memeriksa Andi, saya tadi khawathir” ucap Bu Lina
“Ini obatnya, sebagai penurun panas” ucap Dokter
“Ya makasih ya dok” ucap Bu Angel
“Aku juga nggak tahu mah, aku bisa mimisan” ucap Andi
“Kamu makan sup ini, dan minum langsung kamu tidur” ucap Bu Lina
“Mah, kalau mamah ke sekolah please ya kasih Fransisca” ucap Andi
“Iya, nanti mama sampaikan” ucap Bu Lina
“Sakit ya, sayang saya tadi mau memberikan buku ini untuk dia” ucap Gurunya
“Buku apa ini ?” Bu Lina bertanya
“Dia suka membaca buku seperti ini, saya punya jadi saya memberi Andi” ucap Gurunya memberi Bu Lina
“Oh, ya pak nanti saya berikan, saya pergi dulu ya pak Assalamualaikum” ucap Bu Lina “Walaikumsalam” ucap Gurunya
Andi Dwi Putra
Fransisca Sarasdewi
Ujun Jujun
Nina Hamidah
Lina Angelica (Ibunya Andi)
Dio Muhammad (Ayahnya Andi)
Rio Ananda
Nathanael Djuhandar (Kakak Kelas)
Andi pun berbalik menggulung tisu dan memasukan ke saku.
“Apa ?” Andi bertanya
Andi pun menandakan bukunya dengan pensil dan pulpen,
Andi pun duduk memperhatikan pekerjaan rumah Rio, Andi pun menjawab dengan secara
perlahan lahan agar Rio dapat mengerti.
“Makasih ya kak, aku mau mengerjakan pr lagi” ucap Rio
Rio pun pergi meninggalkan Andi di kamarnya, Andi pun
membuka penanda buku dan membersihkan darah yang di buku meski pun hanya
sedikit terhapus noda darahnya
***
Andi yang sedang membaca novel kesukannya di kelas, saat
sedang asyik membaca Nina datang.
“Andi, kamu baca novel ya” ucap Nina
Andi pun meneruskan membacanya, tepat pukul 12.30 jam
istirahat yang kedua, Andi dan Jujun yang berada di kantin sedang makan,
Fransisca mendekati.
“Andi, kamu bisa datang kan ?” Fransisca bertanya
Fransisca pun pergi, setelah beberapa menit, hidung Andi
mimisan lagi.
“Andi, lu mimisan” ucap Jujun
***
Andi sudah siap dengan baju yang sederhana yang ia
kenakan, dan juga celana panjang berwarna hitam, Andi berkaca dirinya di cermin.
“Apakah aku pantas datang ke pesta” ucap Andi
Rio pun berangkat dengan sepeda motor dengan izin orang
tuanya juga untuk menjemput Fransisca untuk datang ke pesta anniversary Nathan,
sesampai di rumah Fransisca. Fransisca telah menunggu di depan gerbang dengan
gaun putih dengan hiasan bunga
“Kamu cantik” ucap Andi
Fransisca pun naik ke atas motor Andi. Andi pun
menjalankan motornya yang hanya 15 menit sampai di pesta.
“Sudah sampai Sis” ucap Andi
Fransisca pun turun dari motor Andi.
“Ayo Andi” ucap Fransisca
Fransisca dan Andi pun masuk ke dalam pesta itu yang di
khiasi oleh warna putih, tempat duduk dan meja berwarna putih, datanglah
Nathan. Siska pun turun dari motor, Andi turun dari motor.
“Ayo Andi” ucap Siska
Mereka berdua pun masuk ke dalam pesta ulang tahun
Nathan, pesta itu di hiasi dengan berwarna putih, tempat duduk meja dan yang lain lain yang berwarna putih,
datanglah Nathan.
“Ternyata sudah sampai” ucap Nathan
Siska dan Nathan pergi mengeliling tempat pesta, Nina
mendekati Andi mereka duduk.
“Nin, apa aku pucat ?” Andi bertanya
Tepat pukul 19.45 setelah meniup lilin yang di tiup oleh
Nathan, tamu yang datang sudah mulai
makan dengan makanan yang telah di sediakan, Andi yang berjalan di pinggir
kolam, Andi merasakan pusing, hingga jalan tak teratur, hingga pingsan tercebur
kolam, semua tamu kaget melihat Andi.
Nathan, Siska dan Nina mendekati kolam.
“Kolam gue jadi lecet dah” ucap Nathan
Tanpa ragu Nina menjeburkan diri menyelamatkan Andi yang
telah pingsan di dalam air, Nina pun membawa hingga pinggir kolam, Nina pun
memencet perut agar keluar air yang ada di dalamnya, hingga Andi sadar namun
hidungnya mimisan.
“Andi hidungmu mimisan” ucap Siska
Andi langsung bangun dari pingsan, membawa tisu yang di
berikan Nina dan membersihkan.
“Kacau dah acara gua” ucap Nathan pergi
Fransisca dan Nathan pergi meninggalkan Andi. Andi pun
melangkahkan dirinya dengan jalan perlahan lahan sambil merundukan kepalanya,
Nina pun mengikuti Andi dari belakang.
“Aku memang salah membuat acara Nathan kacau” ucap Andi
Nina dan Andi pun masuk ke dalam acara ulang tahun.
“Siska, aku sama Andi pulang duluan” ucap Nina
Nina pun pergi dengan Andi. Nina menelpon ayahnya untuk
menjemputnya, hingga datang Ayahnya dengan supir, Andi pun masuk ke bagian
tengah mobil.
“Ayah, maaf sebelumnya Andi basah habis kecebur kolam
dia pingsan di kolam” ucap Nina
Supir nya turun membawa motor Andi, hingga 15-20 menit
di perjalanan, hingga sampai di rumah, Nina dan Andi pun masuk ke dalam rumah,
Nina memencet bel rumah Andi, hingga di bukakan oleh ibunya.
“Andi kok basah” ucap Bu Lina
Nina pun pergi meninggalkan rumah Andi, motor Andi telah
di kembalikan
Tepat pukul 20.30
Andi yang sudah mandi dan telah memakai baju ganti, Andi
yang berbaring tidur, Bu Angel masuk ke dalam kamar Andi, melihat Andi tidur
ibunya pun mendekati Andi.
“Andi, kita makan malam Andi” ucap Bu Lina
Andi tak mendengar, Bu Lina tetap menggerakan bajunya,
saat menyentuh kulit Andi dan ternyata panas badannya Andi, Bu Lina pun
memeriksa badannya Andi panas badannya.
“Duh, Andi kok panas” ucap Bu Lina
Bu Lina pun keluar dari kamarnya dan kembali ke kamar
Andi membawa air dan kaos dalam di lipat yang sudah basah meletakan di atas
wajah Andi.
“Mah, aku besok sekolah bagaimana ?” Andi bertanya
Andi pun menutup matanya, Ibunya mencium pipi Andi pergi
ke luar kamarnya dan mematikan lampu
Keesokan harinya
Matahari sudah
meninggi yang menandakan hari sudah pagi, ada sms dari handphone Andi dengan
nada dering terdengar hingga membuat Andi terbangun dan melihat sms.
From : Nina
Andi, kamu sekolah
tidak hari ini ?
Andi pun membalas
sms dari Nina
From : Andi
Aku sakit Nina…
badanku panas
Kepala Andi merasa
pusing, Andi meletakkan handphonenya, Andi pun menutup mata dan mencoba tidur,
Bu Lina pun datang dengan membawa sup di mangkuk, Bu Lina pun menaruhkan sup di
meja
“Andi.. Andi, mama
sudah membuatkan sup buat kamu” ucap Bu Lina menggerakan badan Andi
Namun Andi tak
bangun bangun, Ibunya khawathir, Ibunya memanggil dokter.
“Andi hanya pingsan
saja, tadi kepala pusingkan ?” Dokter bertanya
Dokter pergi dari
kamar Andi.
“Oh ya Andi, kamu
kok nggak cerita kamu suka mimisan, kamu dulu kan nggak pernah mimisan” ucap Bu
Lina
Andi pun memakan sup
satu mangkuk dan minum langsung tidur.
Bu Lina pun keluar
dari kamar Andi, siap siap untuk bekerja namun sebelumnya ke sekolahnya Andi.
“Pak, jadi Andi
sakit panas di rumahnya” ucap Bu Lina
Bu Lina pun keluar
dari kantor kebetulan bertemu Nina.
CastAndi Dwi Putra
Fransisca Sarasdewi
Ujun Jujun
Nina Hamidah
Lina Angelica (Ibunya Andi)
Dio Muhammad (Ayahnya Andi)
Rio Ananda
Nathanael Djuhandar (Kakak Kelas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar