Tepat hari jumat pukul 10 pagi, seorang wanita
berpenampilan sederhana dengan topi pantai yang menghalangi panas wajahnya juga
kacamata hitam yang di pakai berjalan di sebuah kuburan yang luas, bersama
asisten laki laki kemayu.
“Iih, Fransisca kita kemana sih ?, kita kesini kan ada
yang hihihihi” ucap asisten dengan ekspresi takut
“Aku kesini mau melihat keadaan batu nisan sahabatku” ucap Fransisca
“Sahabat Bos Fransisca.. siapa dia ?” Asistennya bertanya
“Dia Andi Dwi Putra, anak laki laki berkacamata dia baik, dialah yang membuatku menjadi artis ya, saat ini, tapi sayang saat aku menjadi terkenal dia pergi meninggalkanku” ucap Fransisca
“Baik banget ya… jadi pengen ketemu sahabat bos” ucap Asistennya
“Ya udah ikut aku saja.. nanti kamu akan tahu” ucap Fransisca
“Aku kesini mau melihat keadaan batu nisan sahabatku” ucap Fransisca
“Sahabat Bos Fransisca.. siapa dia ?” Asistennya bertanya
“Dia Andi Dwi Putra, anak laki laki berkacamata dia baik, dialah yang membuatku menjadi artis ya, saat ini, tapi sayang saat aku menjadi terkenal dia pergi meninggalkanku” ucap Fransisca
“Baik banget ya… jadi pengen ketemu sahabat bos” ucap Asistennya
“Ya udah ikut aku saja.. nanti kamu akan tahu” ucap Fransisca
Fransisca dan Asistennya berjalan hampir 5 menit sampai
di bagian unit islam, Fransisca ingat betul tempat di mana pusara Andi, yang
berada bagian kanan dekat dengan pohon besar tua, sesampai di tempat itu mereka
pun menghentikan melangkahnya.
“Ehm.. banyak perubahan disini” ucap Fransisca
“Memang sudah berapa lama bos tidak kesini ?” Asistennya bertanya
“Terakhir saat kelas 9 Smp, saat aku masuk sinetron pertamaku” ucap Fransisca
“Memang sudah berapa lama bos tidak kesini ?” Asistennya bertanya
“Terakhir saat kelas 9 Smp, saat aku masuk sinetron pertamaku” ucap Fransisca
Fransisca pun melihat pusara Andi sahabatnya memberikan
taburan bunga berwarna putih dan juga mencabut rumput rumput liar yang ada.
“Andi, usiaku sekarang 25 Tahun, kamu sudah 10 tahun
meninggalkanku disini sendiri, tapi terima kasih kaulah yang membuatku menjadi
artis seperti ini, maaf juga dulu aku egois juga sama kamu, sekarang aku sadar
seorang sahabat lebih penting daripada pacar, kamu itu baik orangnya tapi sama
allah di beri cobaan seperti kamu kuat menjalaninya, kenapa kamu merahasiakan
ini semua dari aku ?, aku tahu tidak mau membuatku kepikiran, terima kasih
sekali lagi Andi, dan maaf aku dulu tidak bisa menerimamu menjadi pacarku..”
ucap Fransisca
Fransisca kembali berdiri, saat berdiri Fransisca
melihat Andi di bawah pohon itu, Fransisca pun merundukkan kepalanya.
“Arigatou Andi” ucap Fransisca
“Bos, dimana sahabat bos” ucap Asistennya kebingungan
“Udahlah, ayo jalan” ucap Fransisca
“Bos, dimana sahabat bos” ucap Asistennya kebingungan
“Udahlah, ayo jalan” ucap Fransisca
jam telah mengarah jam 10.30 yang di lihat dari jam
tangan Asistennya. Fransisca dan Asistennya meninggalkan pusara Andi, kembali
syuting.
***
12 Tahun Yang lalu
Tepat pukul 06.00 pagi tampak anak laki laki dengan baju
seragam yang rapih setelah di setrika dan juga celana panjangnya yang berwarna
putih melihat dirinya di kaca panjang di lemarinya.
“Aku sudah rapih.. oh ya aku lupa” ucap Laki laki
melihat dirinya di kaca
Laki laki itu mencari kacamatanya di seluruh tempat tak
ada, kebetulan kamar tak terbuka adiknya datang.
“Kak Andi lupa sama kacamata nya kan ?” Tanya adiknya
“Iya lupa, makasih ya Rio” ucap Andi
“Kakak sama aku beda, aku agak gendut kakak kurus tinggi putih ganteng pintar” ucap Rio
“Ah kamu, kakak jarang keluar main dari rumah, di rumah terus jadi putih, kalau pintar kakak belajar” ucap Andi
“Jadi iri kakak kayak perfect” ucap Rio
“Allah menciptakan hambanya ada yang sempurna, tidak sempurna, ada kelebihan, ada kekurangan, tapi kita sebagai hamba allah harus mensyukuri kita berkecukupan dan menjadi hamba yang sempurna, tapi orang yang tidak sempurna bisa menjalani hidup sampai ada yang berprestasi” ucap Andi
“Iya juga ya kak, memang ada tapi tak apalah aku berjuang.. seperti kakak” ucap Rio
“Ah kamu, ya sudah ayo ke keluar makan” ucap Andi membawa tasnya
“Iya lupa, makasih ya Rio” ucap Andi
“Kakak sama aku beda, aku agak gendut kakak kurus tinggi putih ganteng pintar” ucap Rio
“Ah kamu, kakak jarang keluar main dari rumah, di rumah terus jadi putih, kalau pintar kakak belajar” ucap Andi
“Jadi iri kakak kayak perfect” ucap Rio
“Allah menciptakan hambanya ada yang sempurna, tidak sempurna, ada kelebihan, ada kekurangan, tapi kita sebagai hamba allah harus mensyukuri kita berkecukupan dan menjadi hamba yang sempurna, tapi orang yang tidak sempurna bisa menjalani hidup sampai ada yang berprestasi” ucap Andi
“Iya juga ya kak, memang ada tapi tak apalah aku berjuang.. seperti kakak” ucap Rio
“Ah kamu, ya sudah ayo ke keluar makan” ucap Andi membawa tasnya
Andi dan Rio adiknya keluar dari kamar Andi jalan menuju
ruang makan yang telah di tunggu tunggu oleh kedua orang tuanya.
“Pagi Andi..” ucap kedua orang tuanya dengan wajah
senyum
“Mah, sarapan apa ?” Andi bertanya yang sudah duduk di kursi meja makan
“Makan sayur” ucap Bu Lina
“Sayurnya enak buatan mama” ucap Rio
“Ah bisa saja Rio, ini sudah mama ambilkan tinggal ambil sayurnya” ucap Bu Lina memberikan piring berisi nasi
“Andi, kamu mau berangkat di antar papa apa kamu berangkat sendiri ?” Tanya Pak Dio
“Pakai sepedah saja” ucap Andi
“Mah, sarapan apa ?” Andi bertanya yang sudah duduk di kursi meja makan
“Makan sayur” ucap Bu Lina
“Sayurnya enak buatan mama” ucap Rio
“Ah bisa saja Rio, ini sudah mama ambilkan tinggal ambil sayurnya” ucap Bu Lina memberikan piring berisi nasi
“Andi, kamu mau berangkat di antar papa apa kamu berangkat sendiri ?” Tanya Pak Dio
“Pakai sepedah saja” ucap Andi
Tepat pukul 06.10, Andi yang sudah sarapan mengeluarkan
sepeda dari garasi yang berbarengan dengan ayahnya mau berangkat kerja, Andi
pun berpamitan dengan kedua orang tuanya, Andi mengayuh sepedah dengan perlahan
lahan dengan santai, hingga sampai di rumah sahabatnya ternyata sudah di
tunggu.
“Maaf, kamu menunggu lama ?” Andi bertanya
“Nggak baru kok” ucap Fransisca
“Ya sudah ayo naik” ucap Andi
“Nggak baru kok” ucap Fransisca
“Ya sudah ayo naik” ucap Andi
Fransisca pun duduk di bagian belakang goncengan
sepedah, Fransisca duduk dengan menyamping sambil memeluk perut Andi, setelah
itu Andi mengayuh sepedah dengan cepat yang kebetulan jalanan lengang mudah di
jalankan, sesampai di sekolah ternyata sudah ada Jujun dan Nina yang telah
menunggu di parkiran sekolah.
“Pagi Andi Fransisca” ucap Jujun dan Nina
“Pagi, kalian kompak deh ngomongnya” ucap Fransisca
“Kebiasaan deh Sisca kamu pakai kacamata Andi, nanti kalau di jalan mata Andi buram bagaimana Sisca ?” Nina bertanya
“Aku masih bisa melihat kok” ucap Andi
“Ya sudah ayo masuk ke kelas” ucap Jujun
“Pagi, kalian kompak deh ngomongnya” ucap Fransisca
“Kebiasaan deh Sisca kamu pakai kacamata Andi, nanti kalau di jalan mata Andi buram bagaimana Sisca ?” Nina bertanya
“Aku masih bisa melihat kok” ucap Andi
“Ya sudah ayo masuk ke kelas” ucap Jujun
Tepat pukul 10.00 pagi bel telah berdering, seorang
perempuan selalu mengecek saku roknya yang tampak kebingungan, kebetulan ada
Andi dan Jujun lewat menghampiri Sisca.
“Bagaimana jadi nggak ?” Jujun bertanya
“Kenapa Siska ?” Andi bertanya
“Ini Andi, aku bingung uangku tiba tiba nggak ada, aku lupa” ucap Fransisca
“Oh, nanti aku belikan di kantin” ucap Andi
“Eh, kok kamu nanti ngerepotin” ucap Fransisca
“Nggak apa apa, Jun ayo” ucap Andi
“Ya” ucap Jujun
“Kenapa Siska ?” Andi bertanya
“Ini Andi, aku bingung uangku tiba tiba nggak ada, aku lupa” ucap Fransisca
“Oh, nanti aku belikan di kantin” ucap Andi
“Eh, kok kamu nanti ngerepotin” ucap Fransisca
“Nggak apa apa, Jun ayo” ucap Andi
“Ya” ucap Jujun
Andi dan Jujun pun keluar dari ruang kelasnya, berjalan
menuju kantin yang harus melewati 3 kelas 7 yang berada di lantai pertama,
hingga 10 menit dari kantin, Andi dan Jujun kembali ke kelas membawa jajanan
agak banyak.
“Thanks ya Andi” ucap Fransisca
“Sama Sama” ucap Andi menaruhkan jajanan
“Aku duduk ya” ucap Andi
“Iya” ucap Fransisca
“Sama Sama” ucap Andi menaruhkan jajanan
“Aku duduk ya” ucap Andi
“Iya” ucap Fransisca
Andi melangkah kakinya duduk di tempatnya dengan Jujun
“Oh ya Andi, Lo sama Siska hanya sahabat kan” ucap Jujun
“Iya, Jujun kalau seandainya aku punya masalah kamu mau kan merahasiakan dari Siska, bisa nggak jaga rahasia” ucap Andi
“Bisa kok tenang saja, lo nanti teater ?” ucap Jujun
“Iya” ucap Andi
“Yah, nggak apa apa deh besok saja” ucap Jujun
“Oh itu kan, ya insyallah” ucap Andi
“Oh ya Andi, Lo sama Siska hanya sahabat kan” ucap Jujun
“Iya, Jujun kalau seandainya aku punya masalah kamu mau kan merahasiakan dari Siska, bisa nggak jaga rahasia” ucap Andi
“Bisa kok tenang saja, lo nanti teater ?” ucap Jujun
“Iya” ucap Andi
“Yah, nggak apa apa deh besok saja” ucap Jujun
“Oh itu kan, ya insyallah” ucap Andi
Tepat pukul 13.35, semua siswa siswi pulang ke rumahnya
kecuali yang mengikuti teater, Andi dan Siska mengikuti ekstrakurikuler teater
pada hari jumat, Siska pun pergi ke luar sekolah untuk jajan, uangnya yang
telah di temukan yang berada di dalam tasnya, sementara Andi tidur dengan
bersenderkan tiang.
“Ehm enak banget ini makroni” ucap Fransisca yang sedang
berjalan
“Siska, nanti teater jam 2, tempatnya di kelas 8C” ucap Kakak Kelas Laki Laki
“Iya kak Nathan, mengenai acting kan” ucap Fransisca
“Iya, saya mau foto kopi ini ya” ucap Kak Nathan
“Siska, nanti teater jam 2, tempatnya di kelas 8C” ucap Kakak Kelas Laki Laki
“Iya kak Nathan, mengenai acting kan” ucap Fransisca
“Iya, saya mau foto kopi ini ya” ucap Kak Nathan
Fransisca pun melangkahkan kaki, melihat Andi yang
sedang tertidur lelap, Fransisca pun pelan pelan jalannya, Fransisca
mengabadikan foto di handphonenya Andi yang sedang tidur.
“Lucunya Andi” ucap Fransisca
“Ehm, apa Siska” ucap Andi
“Eh udah bangun” ucap Fransisca langsung menyimpan foto itu
“Jam berapa Sis ?” Andi bertanya
“Sudah jam 13.55” ucap Fransisca
“Oh iya, ayo.. teater” ucap Andi
“Ehm, apa Siska” ucap Andi
“Eh udah bangun” ucap Fransisca langsung menyimpan foto itu
“Jam berapa Sis ?” Andi bertanya
“Sudah jam 13.55” ucap Fransisca
“Oh iya, ayo.. teater” ucap Andi
Andi dan Fransisca pun menaiki tangga menuju lantai 2
dengan perlahan lahan, hingga sampai mereka berdua melangkah melewati kelas 9a,
9b, 9c dan sampai di tempat teater.
Telah 1 Jam lebih teater berlangsung, mereka pun pulang
jam 15.30, Andi dan Sisca pun pulang bareng, Andi menuntun sepeda pulang jalan
kaki perlahan lahan dengan Sisca.
“Tadi keren aktingnya Sis” ucap Andi
“Makasih Andi, kamu juga kok” ucap Fransisca
“Andi aku boleh jujur nggak ?” Fransisca bertanya
“Iya boleh kenapa ?” Jawab Andi
“Aku tadi perhatiin Kak Nathan, ya allah ganteng banget” ucap Fransisca
“Egh..” Andi yang tersedak mendengarkannya
“Kenapa ?” Fransisca bertanya
“Nggak kok, terus ?” Andi bertanya
“Aku suka sama dia, masa perempuan menembak cowok” ucap Fransisca
“Oh ya Siska aku punya kata kata mutiara” ucap Andi
“Makasih Andi, kamu juga kok” ucap Fransisca
“Andi aku boleh jujur nggak ?” Fransisca bertanya
“Iya boleh kenapa ?” Jawab Andi
“Aku tadi perhatiin Kak Nathan, ya allah ganteng banget” ucap Fransisca
“Egh..” Andi yang tersedak mendengarkannya
“Kenapa ?” Fransisca bertanya
“Nggak kok, terus ?” Andi bertanya
“Aku suka sama dia, masa perempuan menembak cowok” ucap Fransisca
“Oh ya Siska aku punya kata kata mutiara” ucap Andi
“Jika ada seseorang menyukaimu, namun orang itu malu
malu mengungkapkannya, tapi saat di ucapkan sudah sejujurnya, orang itu telah
jujur dan tulus menyukaimu, jangan kamu tinggalkan dia sebelum orang yang
menyayangimu akan pergi… meninggalkanmu”
“Wah bagus juga, tapi memang ada orang yang menyukai ku
ya ?” Fransisca bertanya
“Ya aku tidak tahu, tapi kalau ada orang yang seperti itu, jangan kamu pergi meninggalkan dia, itu saran dari aku” ucap Andi
“Ah jadi penasaran siapa ya cowok itu ?” Fransisca bertanya
“Hanya menunggu waktu yang menjawab” ucap Andi
“Ya aku tidak tahu, tapi kalau ada orang yang seperti itu, jangan kamu pergi meninggalkan dia, itu saran dari aku” ucap Andi
“Ah jadi penasaran siapa ya cowok itu ?” Fransisca bertanya
“Hanya menunggu waktu yang menjawab” ucap Andi
Sudah lebih 15 menit berjalan sampai di rumah Fransisca.
“Terima kasih Andi” ucap Fransisca
“Iya sama sama” ucap Andi
“Iya sama sama” ucap Andi
Andi menaiki sepedah mulai mengayuhnya dengan kecepatan
biasanya.
***
Teoat pukul 17.00, Andi
yang sedang belajar tanpa kacamata, hanya bisa melihat sedikit sedikit tidak
sepenuhnya, di saat belajar, Andi yang melihat ada sesuatu yang menetes di
bukunya berwarna merah darah.
“Aku mimisan ?” Andi
bertanya tanya
Cast
Andi Dwi Putra
Fransisca Sarasdewi
Ujun Jujun
Nina Hamidah
Lina Angelica (Ibunya Andi)
Dio Muhammad (Ayahnya Andi)
Rio Ananda
Nathanael Djuhandar (Kakak Kelas)
Andi Dwi Putra
Fransisca Sarasdewi
Ujun Jujun
Nina Hamidah
Lina Angelica (Ibunya Andi)
Dio Muhammad (Ayahnya Andi)
Rio Ananda
Nathanael Djuhandar (Kakak Kelas)
Profile Facebook : Muhammad Wildhan Pamungkas FACEBOOK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar