“Tante, Andi sakit
ya” ucap Nina
“Ya, tadi tante belum sempat menanyakan, kemarin apa yang terjadi” ucap Bu lINA“Kemarin, dia pingsan di sisi kolam dan terjebur ke dalam kolam, pas itu dia ingin membawakan sesuatu untuk saya” ucap Nina
“Oh begitu, oh iya ini ada surat buat Fransisca” ucap Bu Lina
“Iya nanti Nina sampaikan” ucap Nina
“Saya mau pergi kerja dulu ya” ucap Bu Lina
“Ya, tadi tante belum sempat menanyakan, kemarin apa yang terjadi” ucap Bu lINA“Kemarin, dia pingsan di sisi kolam dan terjebur ke dalam kolam, pas itu dia ingin membawakan sesuatu untuk saya” ucap Nina
“Oh begitu, oh iya ini ada surat buat Fransisca” ucap Bu Lina
“Iya nanti Nina sampaikan” ucap Nina
“Saya mau pergi kerja dulu ya” ucap Bu Lina
Bu Lina pun pergi
meninggalkan sekolah, Nina pun kembali masuk ke dalam kelas.
“Fransisca ini ada
surat dari Andi” ucap Nina
“Ogah ah” ucap Fransisca
“Jangan gitu dong dia sahabatmu, masa gini sama sahabatmu sendiri, nanti kamu merasakan bagaimana nggak enak kalau gak ada orang yang mau menemanimu” ucap Nina mengambil surat kembali
“Inget Sis, dia mau minta maaf, kalau kamu begini.. sudahlah kamu belain Nathan yang kamu sukai, tapi Nathan belum tentu menyukaimu..” ucap Nina
“Ogah ah” ucap Fransisca
“Jangan gitu dong dia sahabatmu, masa gini sama sahabatmu sendiri, nanti kamu merasakan bagaimana nggak enak kalau gak ada orang yang mau menemanimu” ucap Nina mengambil surat kembali
“Inget Sis, dia mau minta maaf, kalau kamu begini.. sudahlah kamu belain Nathan yang kamu sukai, tapi Nathan belum tentu menyukaimu..” ucap Nina
Nina pun pergi
meninggalkan Fransisca. Nina pun mendekati Jujun dan duduk sejenak.
“Ah sebel sama tuh
anak” ucap Nina
“Memang ada apa sih kemarin ?” Jujun bertanya
“Andi pingsan kecebur di kolam, Nathan sombong kolamnya entar lecet, Fransisca yang menyukai Nathan membela Nathan dari pada Andi. Andi juga mukanya pucat dia rela relain datang ke rumah Fransisca buat ke pesta Nathan” ucap Nina
“Keterlaluan memang” ucap Jujun
“Sekarang Andi lagi sakit, nanti mau jengukin gak ?” Nina bertanya
“Jengukin” ucap Jujun
“Memang ada apa sih kemarin ?” Jujun bertanya
“Andi pingsan kecebur di kolam, Nathan sombong kolamnya entar lecet, Fransisca yang menyukai Nathan membela Nathan dari pada Andi. Andi juga mukanya pucat dia rela relain datang ke rumah Fransisca buat ke pesta Nathan” ucap Nina
“Keterlaluan memang” ucap Jujun
“Sekarang Andi lagi sakit, nanti mau jengukin gak ?” Nina bertanya
“Jengukin” ucap Jujun
Tepat jam istirahat
pertama Jujun dan Nina sedang makan, yang sedang asyik asyiknya Fransisca
datang.
“Pagi guys, maafin
aku” ucap Fransisca
“Heh Sisca dah, Jun kita pergi dah” ucap Nina
“Tunggu aku mau” ucap Fransisca
“Lu terlalu suka sama Nathan, apa lu gak sadar Andi itu kemarin mukanya pucat yang gak ngeyakinin ke pesta, bela belain datang ke rumah lo ke pesta orang yang lo suka, apa lo gak sadar, lo jadi begini, sahabat kok gini, jika Andi suatu hari pergi meninggalkanmu selama lamanya entar nyesel” ucap Jujun
“Heh Sisca dah, Jun kita pergi dah” ucap Nina
“Tunggu aku mau” ucap Fransisca
“Lu terlalu suka sama Nathan, apa lu gak sadar Andi itu kemarin mukanya pucat yang gak ngeyakinin ke pesta, bela belain datang ke rumah lo ke pesta orang yang lo suka, apa lo gak sadar, lo jadi begini, sahabat kok gini, jika Andi suatu hari pergi meninggalkanmu selama lamanya entar nyesel” ucap Jujun
Jujun dan Nina pun
pergi dari kantin, Fransisca pun pergi ke lantai 4 sekolah murung sendiri.
“Apakah aku sejahat
itu pada Andi ?
Kok jadi begini sih? Aku tahu memang salah ?
Maafkan aku ya Andi”
Kok jadi begini sih? Aku tahu memang salah ?
Maafkan aku ya Andi”
Sepulang sekolah,
Jujun dan Nina pun pulang bareng untuk menjenguk Andi. Fransisca yang sendiri
yang tak punya teman mendekati Jujun dan Nina.
“Aku boleh gabung
gak ?” Fransisca bertanya
“Nggak” bentak Nina memegang tangan Jujun untuk belari
“Maaf ya Jun, Nin jadi marah sama aku” ucap Fransisca
“Nggak” bentak Nina memegang tangan Jujun untuk belari
“Maaf ya Jun, Nin jadi marah sama aku” ucap Fransisca
Dari belakang Nathan
melihat itu, Nathan pun mendekati Fransisca yang telah mengendarai motor.
“Nggak ada Andi ya,
ayo naik” ucap Nathan
“Eh kak Nathan, iya deh kak” ucap Fransisca
“Eh kak Nathan, iya deh kak” ucap Fransisca
Fransica pun ikut
dengan motor Nathan. Jujun dan Nina pun menjenguk ke rumah Andi.
“Apa ?, kok jadi
gitu” ucap Andi
“Aku nggak mau kamu sakit hati karena ejekan itu Andi” ucap Nina
“Aku nggak sakit hati, aku nggak mau kalian jadi berpisah begini, aku itu pengen kalian bareng terus, tapi suratnya udah di kasihkan” ucap Andi
“Udah aku keselipin” ucap Jujun
“Tapi kan Andi dia kan menyebalkan” ucap Nina
“Gitu gitu juga sahabatku” ucap Andi
“Masih anggep saja Sahabat. Orang mana yang mau di sakiti sama sahabat” ucap Jujun
Di sela sela perbicaraan hidung Andi mimisan lagi, Andi pun membersihkan hidungnya lagi.
“Aku nggak mau kamu sakit hati karena ejekan itu Andi” ucap Nina
“Aku nggak sakit hati, aku nggak mau kalian jadi berpisah begini, aku itu pengen kalian bareng terus, tapi suratnya udah di kasihkan” ucap Andi
“Udah aku keselipin” ucap Jujun
“Tapi kan Andi dia kan menyebalkan” ucap Nina
“Gitu gitu juga sahabatku” ucap Andi
“Masih anggep saja Sahabat. Orang mana yang mau di sakiti sama sahabat” ucap Jujun
Di sela sela perbicaraan hidung Andi mimisan lagi, Andi pun membersihkan hidungnya lagi.
“Akhir akhir ini
hidung mu kenapa sih Andi ?” Nina bertanya
“Aku juga nggak tahu jadi gini” ucap Andi
“Mungkin kamu kelelahan Andi” ucap Nina
“Tapi aku tidak merasakan kelelahan Nin” ucap Andi
“Aku juga nggak tahu jadi gini” ucap Andi
“Mungkin kamu kelelahan Andi” ucap Nina
“Tapi aku tidak merasakan kelelahan Nin” ucap Andi
***
Sudah beberapa hari
Andi sakit, Andi kembali masuk sekolah yang membuat Jujun dan Nina senang.
“Akhirnya ketemu di
sekolah” ucap Nina
“Iya, maaf aku sempat sakit” ucap Andi
“Oh ya berhubungan Andi kembali sekolah, aku terakirin Nina dan Andi” ucap Jujun
“Yeay..” ucap Nina
“Iya, maaf aku sempat sakit” ucap Andi
“Oh ya berhubungan Andi kembali sekolah, aku terakirin Nina dan Andi” ucap Jujun
“Yeay..” ucap Nina
Fransisca melihat
Andi, Nina dan Jujun bahagia begitu dia hanya bisa tersenyum sedikit dan
merundukan kepala.
Bel istirahat
berbunyi, Andi, Nina dan Jujun keluar dari kelas pergi ke kantin.
“Kalian berdua duduk
di sana ya aku yang memesan, makanan yang biasa kan” ucap Jujun
“Iya seperti biasa” ucap Andi dan Nina
“Iya seperti biasa” ucap Andi dan Nina
Andi dan Nina pun
duduk di kursi meja 10, Jujun pun memesan makanan, kebetulan yang dekat teman
teman Nathan tak sengaja Jujun mendengarkan pembicaraan mereka, setelah itu
Jujun menerima makanan dan membawanya di meja 10 memberikan pada Andi dan Nina.
“Ini” ucap Jujun
memberikan Andi dan Nina
“Makasih sebelumnya ya Jun” ucap Andi
“Sama sama” ucap Jujun
“Kapan kapan gini lagi dong Jun” ucap Nina
“Ye, keenakan” ucap Jujun
“Makasih sebelumnya ya Jun” ucap Andi
“Sama sama” ucap Jujun
“Kapan kapan gini lagi dong Jun” ucap Nina
“Ye, keenakan” ucap Jujun
***
“Yah sepedahku..”
ucap Andi melihat sepedahnya kemps
“Andi, kamu belum pulang ?” Fransisca bertanya
“Belum, sepedahku kempes” ucap Andi
“Ehm, aku tahu bengkel daerah sini” ucap Fransisca
“Ya sudah, anterin aku ke bengkel” ucap Andi
“Andi, kamu belum pulang ?” Fransisca bertanya
“Belum, sepedahku kempes” ucap Andi
“Ehm, aku tahu bengkel daerah sini” ucap Fransisca
“Ya sudah, anterin aku ke bengkel” ucap Andi
Andi dan Fransisca
pun jalan bareng, sementara Jujun dan Nina dari belakang mengikuti mereka
berdua.
“Maaf ya, soal itu
Andi” ucap Fransisca
“Udah aku maafin kok, mungkin aku yang salah” ucap Andi
“Nggak aku yang salah, dari sini lurus belok kanan terus kiri ketemu warnet”ucap Fransisca
Andi pun mengikuti arah jalan Fransisca, hingga sampai gang Nina dan Jujun mengikuti, namun saat mau sampai di bengkel, ada gerombolan preman memakai topeng
“Udah aku maafin kok, mungkin aku yang salah” ucap Andi
“Nggak aku yang salah, dari sini lurus belok kanan terus kiri ketemu warnet”ucap Fransisca
Andi pun mengikuti arah jalan Fransisca, hingga sampai gang Nina dan Jujun mengikuti, namun saat mau sampai di bengkel, ada gerombolan preman memakai topeng
“Hei, kalian berdua ngapain
di jalan ini, ini jalan milik kita” ucap Preman A
“Nggak, ini jalan pejalan kaki” ucap Andi
“Andi, udah jangan di bales” ucap Fransisca
“Kalian berdua, harus memilih harta atau nyawa” ucap Preman B
“Nyawa” ucap Andi dengan berani
“Wah nantangin, ayo kita bertarung siapa yang menang” ucap Preman C
“Sis, kamu jauh jauh, sekalian nitip tas sama kacamataku” ucap Andi
“Andi, jangan dong” ucap Fransisca
“Ini demi kamu agar selamat” ucap Andi
“Nggak, ini jalan pejalan kaki” ucap Andi
“Andi, udah jangan di bales” ucap Fransisca
“Kalian berdua, harus memilih harta atau nyawa” ucap Preman B
“Nyawa” ucap Andi dengan berani
“Wah nantangin, ayo kita bertarung siapa yang menang” ucap Preman C
“Sis, kamu jauh jauh, sekalian nitip tas sama kacamataku” ucap Andi
“Andi, jangan dong” ucap Fransisca
“Ini demi kamu agar selamat” ucap Andi
Satu persatu preman
maju melawan Andi, dengan jurus bela diri Andi melawan mereka.
“Andi kok bisa bela
diri ya ?” Nina bertanya
“Iya, dia gak pernah cerita sama kita” ucap Jujun
“Iya, dia gak pernah cerita sama kita” ucap Jujun
Tanpa pikir panjang
Jujun dan Nina memberanikan diri membantu Andi melawan preman yang membuat Andi
kaget, hingga preman itu kabur, meskipun wajah Andi memar.
“Udah kalian semua
selamat kan ?” Andi bertanya
“Udah nggak apa apa” ucap Nina
“Andi, Jujun, Nina terima kasih melindungiku” ucap Fransisca
“Andi, kamu kok gak cerita kamu itu bisa bela diri” ucap Jujun
“Aku pernah ikut bela diri dari kelas 1 sd sampe kelas 6 sd, untung deh jurusnya masih ingat jadi bisa melawan preman” ucap Andi
“Oh ya, kalian berdua mengikuti ku ?” Andi bertanya
“Iya, aku mendengar rencana dari kakak kelas yang berusaha membuat Andi mati” ucap Jujun
“Oh, tenang saja guys, aku nggak apa apa kok” ucap Jujun
“Udah nggak apa apa” ucap Nina
“Andi, Jujun, Nina terima kasih melindungiku” ucap Fransisca
“Andi, kamu kok gak cerita kamu itu bisa bela diri” ucap Jujun
“Aku pernah ikut bela diri dari kelas 1 sd sampe kelas 6 sd, untung deh jurusnya masih ingat jadi bisa melawan preman” ucap Andi
“Oh ya, kalian berdua mengikuti ku ?” Andi bertanya
“Iya, aku mendengar rencana dari kakak kelas yang berusaha membuat Andi mati” ucap Jujun
“Oh, tenang saja guys, aku nggak apa apa kok” ucap Jujun
Tiba tiba Andi
pingsan membuat Nina, Fransisca dan Jujun kaget, mereka bertiga pun membawa pulang
Andi dengan keadaan memar, sesampai di rumah Andi, Fransisca memencet bel rumah
Andi, hingga di buka oleh Bu Lina.
“Assalamualaikum
tante” ucap Jujun, Nina dan Fransisca
“Walaikumsalam, eh Andi kenapa ?, ayo bawa masuk” ucap Bu Lina
“Walaikumsalam, eh Andi kenapa ?, ayo bawa masuk” ucap Bu Lina
Mereka pun membawa Andi masuk di berbaringkan di sofa, letak luka
Andi dekat dengan bawah mata, bawah mulut dan pipinya.
“Oh begitu terima
kasih ya kalian sudah mengantarkan Andi kesini” ucap Bu Lina
“Sama sama tante, ini ada plester buat Andi” ucap Fransisca memberikan plester 3 buah
“Ehm, tante sudah sore kami bertiga pulang ya” ucap Jujun
“Oh ya ya” ucap Bu Lina
“Sama sama tante, ini ada plester buat Andi” ucap Fransisca memberikan plester 3 buah
“Ehm, tante sudah sore kami bertiga pulang ya” ucap Jujun
“Oh ya ya” ucap Bu Lina
Mereka bertiga pun
pulang ke rumah masing masing
***
Andi membuka mata
perlahan lahan, ternyata sudah ada Bu Lina (Ibunya), Pak Dio (Ayahnya), Rio
(Adiknya), Vero (Kakaknya)
“Aku kok ada di
kamar ?” Andi bertanya
“Kamu pingsan setelah melawan preman” ucap Bu Lina
“Andi, ternyata melindungi.. sahabatnya” ucap Vero
“Eh, Kak Vero kapan datang ?” Andi bertanya
“Setelah teman temanmu datang kemari” ucap Vero
“Kakak datang nggak bilang bilang” ucap Andi
“Kesannya surprise” ucap Vero
“Ayah mau keluar dulu ya sama mama, mau membeli sesuatu, Vero, Rio, Andi baik baik di rumah ya” ucap Pak Dio
“Ya pah” ucap Andi, Vero, Rio
“Kamu pingsan setelah melawan preman” ucap Bu Lina
“Andi, ternyata melindungi.. sahabatnya” ucap Vero
“Eh, Kak Vero kapan datang ?” Andi bertanya
“Setelah teman temanmu datang kemari” ucap Vero
“Kakak datang nggak bilang bilang” ucap Andi
“Kesannya surprise” ucap Vero
“Ayah mau keluar dulu ya sama mama, mau membeli sesuatu, Vero, Rio, Andi baik baik di rumah ya” ucap Pak Dio
“Ya pah” ucap Andi, Vero, Rio
Bu Lina dan Pak Dio
keluar dari kamar Andi.
“Kak Vero itu
kakakku ?” Rio bertanya
“Kamu nggak tahu ya, pas itu kamu masih bayi” ucap Vero
“Selama ini kakak kemana ?” Rio bertanya
“Kerja di luar negeri” ucap Vero
“Andi, Rio kakak masakin makanan” ucap Vero
“Masakan waktu itu ya kak” ucap Andi
“Kamu nggak tahu ya, pas itu kamu masih bayi” ucap Vero
“Selama ini kakak kemana ?” Rio bertanya
“Kerja di luar negeri” ucap Vero
“Andi, Rio kakak masakin makanan” ucap Vero
“Masakan waktu itu ya kak” ucap Andi
Andi, Rio dan Kak
Vero menuju dapur, Andi dan Rio bermain sebentar, Kak Vero memasak, sekitar
15-20 menit masakan sudah jadi.
“Spagheti bumbu
padang” ucap Kak Vero
“Udah lama nggak makan ini” ucap Andi
“Kakak, makan ini pas umur berapa ?” Rio bertanya
“5 Tahun, Kak Vero 11 Tahun udah bisa masak makanan ini” ucap Andi
“Apa enak rasanya ?” Rio bertanya
“Coba saja” ucap Kak Vero
“Udah lama nggak makan ini” ucap Andi
“Kakak, makan ini pas umur berapa ?” Rio bertanya
“5 Tahun, Kak Vero 11 Tahun udah bisa masak makanan ini” ucap Andi
“Apa enak rasanya ?” Rio bertanya
“Coba saja” ucap Kak Vero
Bersambung
3 Part dulu ya, besok lagi baru bikin 3 part, kalau ada yang suka koment ya biar saya mengerti apakah ada yang salah dari cerbung ini apakah ada kekurangannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar